Suara Denpasar – Saddil Ramdani sempat berseteru dengan netizen beberapa waktu lalu, perseteruan itu disoroti banyak pihak.
Salah satunya ialah mantan pelatih Timnas Indonesia cabang olahraga futsal juga ikut menegur pemain sepakbola yang tengah berkarir di Liga Malaysia itu.
Sosok mantan pelatih Timnas Indonesia Cabor futsal itu akrab disapa Coach Justin, dirinya mengkritik pernyataan Saddil.
Mulanya, Coach Justin menyampaikan bahwa Saddil merupakan pemain sepakbola asal Indonesia yang punya bakat.
Akan tetapi dirinya menilai Saddil Ramdani punya ego tinggi, sebab itulah ia memilih untuk membahas sosok tersebut.
Justin memulai dengan membacakan pernyataan pemain klub Sabah itu di sosial medianya beberapa waktu lalu.
“Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gua di Timnas sama di klub berbeda? Ya bedalah! Emang gua sebagai pemain butuh yang namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain,” ucap Coach Justin membacakan postingan Saddil, dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Justinus Lhaksana pada Sabtu, (8/7/2023).
“Apakah di Timnas, kami diberikan itu? Tidak sama sekali, kalian hanya melihat dari sudut yang tidak masuk akal, main hanya 15 menit, 10 menit bahkan 7 menit dibilang tidak bisa main,” lanjutnya membacakan.
Kemudian, Justin memberikan kritik kepada Saddil sambil memberikan contoh ketika dirinya melatih Timnas Futsal Indonesia.
Baca Juga: Panser Biru Salah Fokus, Bek PSIS Semarang Lucas Gama 'Lucao' Bermata Minus?
Ia menceritakan bahwa ketika menjadi pelatih Timnas Indonesia, ia menyampaikan kepada para pemain agar memaksimalkan perfromanya jika diberi waktu satu menit pun.
Justin menegur Saddil Ramdani agar tidak protes soal jam terbang di Timnas Indonesia karena itu merupakan wewenang pelatih, ia menegaskan pendapatnya bahwa Saddil bukan siapa-siapa dan tidak punya hak soal kesempatan jam terbang.
“Jadi tolonglah turunkan ego lu! Bahwa lu itu bukan siapa-siapa!,” tegasnya.
“Kalau lain kali diberi kesempatan, manfaatkan kesempatan itu Saddil!,” pungkasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Terbongkar Telanjangi PSSI, Saddil Ramdani Bela Timnas Malaysia dan Ogah Main di Indonesia
-
Cek Fakta: Pecundangi Timnas Indonesia, Erick Thohir Blacklist Saddil Ramdani dari Dunia Sepak Bola Tanah Air
-
Arya Sinulingga Beri Kode PSSI Segera Boyong Pemain Trial Klub Brazil Ini ke Timnas Indonesia?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran