Otomotif / Mobil
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:22 WIB
Proses produksi Mazda CX-30 di pabrik Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian mendesak PT Eurokars Motor Indonesia menjadikan pabrik Citeureup basis produksi ekspor ke Australia dan ASEAN pada 28 Juli 2026.
  • Kemenperin juga melobi prinsipal Mazda di Jepang agar menambah varian model yang diproduksi secara lokal di Bogor.
  • PT Eurokars Motor Indonesia menyatakan ekspor adalah target jangka panjang dan saat ini fokus menjaga kualitas produk tanpa cacat.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan tantangan besar bagi PT Eurokars Motor Indonesia selaku agen pemegang merek Mazda di tanah air. Instansi ini mendesak agar fasilitas perakitan di Citeureup, Bogor, tidak sekadar melayani pasar domestik melainkan menjadi pusat produksi untuk pasar Australia dan kawasan ASEAN.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan bahwa peluang tersebut terbuka lebar seiring mulai beroperasinya pabrik lokal. Kehadiran fasilitas ini dianggap sebagai momentum krusial untuk memperkuat posisi industri otomotif nasional di kancah global.

"Kami berharap nanti bisa ekspor ke Australia atau ASEAN. Harapan kita tentu mendorong semua industri otomotif di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor," ujar Setia di Bogor, Selasa 28 Juli 2026.

Meski memberikan dorongan kuat, Setia menyadari bahwa ekspansi ke mancanegara memerlukan proses. Mazda dituntut untuk memperkokoh fondasi di pasar domestik sebelum mulai mengapalkan unit buatan Bogor ke luar negeri.

"Untuk mencapai pasar ekspor itu ada timeline-nya sendiri. Yang paling penting sekarang bagaimana Mazda Indonesia tumbuh dan berkembang di Indonesia, bisa menguasai pasar Indonesia," katanya.

Kementerian Perindustrian juga terus melobi prinsipal Mazda di Jepang agar menambah varian model yang diproduksi secara lokal. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing serta mempercepat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok otomotif internasional.

Proses produksi Mazda CX-30 di pabrik Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (SUARA.COM/Michele Alessandra)

Merespons dorongan dari Kemenperin, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menjelaskan bahwa ekspor memang menjadi sasaran jangka panjang. Namun, saat ini perusahaan memilih untuk bergerak secara bertahap guna menjamin mutu produk yang dihasilkan.

"Ini kan sebagai langkah bayi kita. Hari ini kita merakit Mazda CX-30, kedepannya tentu kita punya langkah-langkah yang lebih besar. Mungkin kita akan bisa ekspor, mungkin juga menambah model lain. Tapi yang paling utama saat ini kami memastikan kualitas," jelas Ricky.

Ia menekankan bahwa Mazda tidak ingin berkompromi soal standar kendaraan yang dipasarkan. Kesiapan kualitas menjadi syarat mutlak sebelum perusahaan berani melangkah menuju pasar ekspor yang lebih kompetitif.

Baca Juga: Akun Mazda Indonesia Tertangkap Promosikan Crypto Casino, Kok Bisa ?

"Target kami adalah zero defect yang akan keluar dari pabrik ini. Ke depannya kalau model bertambah, tentunya kualitasnya juga harus memenuhi standar ekspor," pungkasnya.

Load More