Suara Denpasar - Pratama Arhan merupakan salah satu bintang Timnas Indonesia yang kini direkrut klub Jepang, Tokyo Verdy. Meskipun kini ia sudah berkarier di luar negeri, namun karir sepak bolanya dianggap terancam. Hal ini disebabkan karena ia mendapatkan kesempatan tampil yang sangat minim dengan klub Jepang ini.
Karena minimnya menit tampil inilah, harga pasar Pratama Arhan sempat merosot tajam di bursa transfer. Saat bersama PSIS Semarang, harga pasaran Pratama Arhan dilansir dari Transfermarkt mencapai Rp5,65 miliar. Namun sejak bergabung dengan Tokyo Verdy, nilainya merosot tajam hingga Rp4,35 miliar per 6 Januari 2023 lalu.
Sebelumnya, pelatih Tokyo Verdy, Hiroshi Jofuku memiliki rekam jejak yang tidak cukup bagus bagi pesepak bola Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, Irfan Bachdim juga pernah mengalami hal yang sama. Saat itu, pemain bintang Timnas Indonesia ini tak banyak mendapatkan menit bermain saat berada di bawah kepelatihan Hiroshi Jofuku.
Karena hal itulah, banyak penggemar sepak bola yang menyebut bahwa inilah saatnya Pratama Arhan untuk pindah klub. Sebelumnya, salah satu klub Brasil, Pelmeiras menunjukkan ketertarikannya pada pemain kelahiran tahun 2001 ini.
Dalam sebuah postingan di akun Instagram @liputanbola.timnas, disebutkan bahwa pelatih klub Brasil yang berasal dari Portugal ini terkesan dengan penampilan Pratama Arhan saat membela Timnas Indonesia melawan Argentina beberapa waktu yang lalu.
“Pelatih asal Portugal yang saat ini menangani klub asal Brazil Palmeiras terkesan dengan penampilan Pratama Arhan ketika melawan Timnas Argentina,” tulis akun Instagram @liputanbola.timnas dilansir dari Sumedang.suara.com.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi tentang kemungkinan perpindahan Pratama Arhan dari Tokyo Verdy ke klub Brazil tersebut. Namun jika benar hal tersebut terjadi, pemain muda Timnas Indonesia ini bisa menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang berlaga di Liga Brazil. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Dua Asing Eks PSIS Semarang Ini Dikabarkan Kembali ke Liga Indonesia, Susul Sosok Rp2,61 Miliar?
-
Sebut Liga 1 Lebih Kompetitif Dibanding Serie A, Bek Timnas Filipina Puji Atmosfer Persita Tangerang
-
Susul Pratama Arhan, Elkan Baggot Dikabarkan Akan Bergabung dengan Klub Divisi Utama Liga Jepang
-
Elkan Baggot Dikabarkan Susul Pratama Arhan ke J League, Bek Kiri Timnas Indonesia Malah Diminati Klub Brazil
-
Gagal Bawa PSIS Semarang Raih Kemenangan, Kiper Adi Satryo Justru Panen Pujian dari Suporter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan