/
Kamis, 13 Juli 2023 | 14:30 WIB
Buntut Ricuh di SEA Games, Timnas Indonesia dan Thailand Didenda Berat oleh AFC

Suara Denpasar - Keributan yang terjadi pada SEA Games ke-32 antara Timnas Thailand dan Timnas Indonesia U22 telah berakibat serius bagi kedua negara tersebut.

Baru-baru ini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi mengumumkan hukuman yang diberikan kepada pemain dan pejabat yang terlibat dalam keributan tersebut.

Thailand mendapat hukuman dari AFC setelah dua pemainnya, Soponwit Rakyart dan Chayapipat Supunpasuch, terlibat dalam keributan tersebut. Kedua pemain tersebut dijatuhi hukuman larangan bermain selama 6 pertandingan. Rakyart juga harus membayar denda tambahan sebesar $1.000.

Tidak hanya itu, AFC juga memberikan hukuman kepada lima pejabat dan pelatih timnas U 22 Thailand yang terlibat dalam keributan tersebut.

Pemain yang dihukum antara lain Pattarawut Wongsriphuek, Mayeid Mad-Adam, Purachet Todsanit, Thirapak Pruangna, dan Bamrung Boonprom, dijatuhi hukuman larangan bermain selama 6 pertandingan. Dua di antaranya, Wongsriphuek dan Mayeid, juga harus membayar denda sebesar $1.000.

Hukuman ini memiliki dampak besar bagi timnas U 22 Thailand. Mereka tidak akan dapat berpartisipasi dalam pertandingan yang diselenggarakan oleh AFC dalam waktu dekat. Selain itu, mereka juga tidak dapat berpartisipasi dalam Kualifikasi U23 Asia 2024 yang akan berlangsung pada bulan September 2023.

Tidak hanya pemain dan pejabat Thailand yang mendapat hukuman, AFC juga memberikan sanksi kepada pemain dan pejabat timnas U 22 Indonesia.

Tiga pemain Indonesia, Agung Bagus Fawwazi, Komang Teguh, dan Taufany Muslihuddin, dijatuhi hukuman larangan bermain selama 6 pertandingan. Selain itu, empat pejabat dan pelatih Indonesia, yaitu Sahari Gultom, Tegar Diokta, Ahmad Nizar, dan Toid Sarnadi, juga menerima hukuman serupa. Lima di antaranya harus membayar denda sebesar $1.000.

Hukuman berat ini juga berdampak pada bonus yang belum diterima oleh 20 pemain timnas Thailand. Gubernur Otoritas Olahraga Thailand mengatakan bahwa mereka akan memverifikasi pemain yang terlibat dalam keributan tersebut.

Baca Juga: Pelatih Jeonnam Dragons Akhirnya Akui Kehebatan Bek Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Setelah Sempat Disisihkan

Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) diminta untuk melaporkan insiden tersebut secara tertulis, namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari FAT kepada Otoritas Olahraga Thailand.

Selain itu, dua penjaga gawang Thailand, Sophonwit Rakyath dan Teerapak Pruengna, juga dilarang berpartisipasi dalam timnas Thailand selama enam bulan.

Hukuman yang diberikan oleh AFC ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga disiplin dan integritas dalam sepak bola regional. Keributan dalam SEA Games ke-32 telah mencoreng citra sepak bola regional dan hukuman ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

Meskipun Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) tidak memberikan hukuman kepada anggota Timnas Indonesia U22, AFC tetap teguh dengan keputusannya. AFC akan melakukan penyelidikan internal dan kemungkinan akan mengumumkan hukuman tambahan.

Dalam kondisi yang sulit seperti ini, penting bagi semua pihak untuk belajar dari kesalahan dan bekerja sama untuk membangun citra sepak bola yang positif dan fair.

Hukuman yang diberikan oleh AFC diharapkan dapat memperbaiki perilaku dan memberikan peringatan kepada semua peserta sepak bola bahwa keributan dan pelanggaran tidak akan ditoleransi. (*/Dinda)

Load More