Suara Denpasar - DPRD Bali sarankan kebijakan yang sedang dirancang oleh Pemerintah Provinsi Bali tentang pungutan Rp 150 ribu terhadap setiap wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Bali harus luwes.
Artinya harus diatur betul tentang kategori pengenaan biaya tersebut terhadap wisman. Tidak boleh pukul rata.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi. Menurutnya tagihan itu hanya untuk wisman dewasa tidak untuk anak-anak.
"Ya kalau bisa kan yang namanya kebijakan atau aturan itu harus luwes. Kalau yang anak-anak ya jangan dikenakan, khusus untuk yang dewasa saja," sarannya ketika dihubungi Suara Denpasar, Kamis (13/7/2023).
Sejatinya pungutan tersebut merupakan saran dari DPRD Provinsi Bali agar setiap wisman dikenai pungutan sebagai partisipasi wisman untuk menjaga alam dan kebudayaan Bali.
Kresna Budi mengatakan, DPRD justru menyarankan agar pungutan itu sebanyak Rp 500 ribu. Namun Pemprov Bali memutuskan hanya Rp 150 ribu per wisman yang masuk ke Bali.
"Itu kan sebenarnya masukan dari kita (DPRD) karena pengalaman kita ke keluar negeri kena visa on arrival (VoA) saja bisa sampai 5 juta. Jadi kita mencoba bahwa Bali itu kan destinasi terbaik, banyak orang pengen ke Bali supaya wisatawan itu ikut menjaga kebudayaan yang ada di Bali," terang Kresna Budi.
"Untuk itu kita mencoba mengenakan biaya juga. Cuma ajuan saya sih sebenarnya Rp500 ribu per orang karena Rp150 ribu terlalu murah buat Bali. Bali itu destinasi terbaik di dunia saat ini harusnya Rp500 ribu," tandasnya.
Pungutan tersebut sebetulnya turunan dari Undang-undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Yang memberikan otoritas kepada Pemprov Bali mendapatkan sumber pendanaan berupa pungutan bagi wisatawan asing yang berwisata ke Bali yang akan diatur dengan Peraturan Daerah (Perda). (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Apakah ATM Mandiri Bisa Tarik Rp10 Ribu? Ini Daftar Lokasi Lengkapnya
-
Jangan Sampai Saldo Ludes! Ini Jenis Penipuan Digital yang Perlu Diwaspadai
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta & Sekitarnya Hari Ini, 1 Maret 2026: Waktu Maghrib & Doa Lengkap
-
Film Marty Supreme: Super Chaos dan Menyesakkan Sepanjang Durasi!
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Besaran Zakat Fitrah 2026 Berdasarkan Beras yang Dikonsumsi di Pekanbaru
-
Anime Sugar Apple Fairy Tale: Pentingnya Memilih Pemimpin yang Berkualitas