Suara Denpasar - Partai Golongan Karya (Golkar) Bali memperhatikan betul kualitas kader yang dicalonkan sebagai calon anggota DPRD Bali pada pemilu 2024.
Ketua DPD Partai Golkar Bali, Sugawa Korry menjelaskan hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan politik yang berkualitas, politik kesejahteraan dan terjadinya keseimbangan kekuatan sosial politik.
Sehingga Kader-kader yang diusung menjadi calon anggota DPR baik di Provinsi maupun Kabupaten Kota terdapat 8 orang Doktor dan didominasi oleh kader yang berpendidikan tinggi.
"Untuk itu kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) bagi Partai Golkar adalah suatu hal yang utama jadi kami ada 8 Doktor yang terdaftar sebagai caleg di Provinsi maupun Kabupaten Kota dan banyak S2 dan S1," terang Sugawa Korry di Kantor KPU Bali, Minggu (14/5/2023).
Sugawa Korry mengatakan kualitas SDM merupakan ciri khas dari partai berlambang beringin itu.
Karena menurut Sugawa Korry, sebagai calon anggota legislatif harus memiliki kualitas karena nantinya yang akan bertanggungjawab dengan pembuatan kebijakan publik apabila terpilih.
"Jadi kualitas SDM adalah ciri yang ingin kami kedepankan dan kami berharap perjuangan politik kesejahteraan di Bali bisa terwujud dan muaranya adalah pada 2024 bisa terwujud pemilu yang bersih, jujur, adil, damai yang akan melahirkan calon yang berkualitas yang mampu melakukan pertarungan ide dan gagasan," sambung Sugawa.
Sementara terkait target, Sugawa mengatakan akan menambah 5 kursi dari 8 kursi yang sudah berhasil diraih pada pemilu 2019.
"Target kami di DPRD Provinsi adalah 13 kursi dari 8 yang ada sekarang. Kami tidak muluk-muluk untuk langsung menang tidak, tetapi kita bertahap karena yang lebih penting adalah terwujudnya keseimbangan kekuatan sosial politik," tandasnya.(*/Ana AP)
Baca Juga: Datang ke KPU Bali, Niluh Djelantik Ungkap Alasan Pakai Kebaya Merah
Berita Terkait
-
Tokoh Krisna Jadi Kusir Sugawa Kori Pimpin Ribuan Pasukan Golkar Serbu KPU Bali
-
Anak Dedi Mulyadi Ikuti Jejak Sang Ayah Mundur dari Golkar, Gabung Gerindra?
-
Keluar dari Golkar, Gerindra Jabar Akan Bentang Karpet Merah untuk Dedi Mulyadi
-
Kang Dedi Mulyadi Keluar dari Golkar, Prabowo Subianto Beri Sinyal Masuk Gerindra?
-
Dukungan Terhadap Suyasa for Bupati Badung 2024, Fraksi Golkar: Kami Solid 100 Persen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan