/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 06:45 WIB
Cek Fakta: Tak Tertolong! Balas Aksi Biadab KKB, TNI dan Warga Papua Tewaskan KKB tanpa Sisa (Ig @tni_angkatan_darat)

Suara Denpasar – Beredar kabar TNI dan warga Papua tewaskan komplotan Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB tanpa sisa sebagai bentuk balasan.

Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube JAGAT NUSANTARA pada Kamis, 13 Juli 2023 melalui video berdurasi 8 menit 25 detik.

Video itu sudah ditonton 12 ribu kali setelah 1 hari diunggah dan tersebar dengan judul ‘Tak Tertolong! Balas Aksi Biadab KKB, TNI dan Warga Papua Tewaskan Komplotan KKB Tanpa Sisa’, dilansir Suara Denpasar pada Jum’at, (14/7/2023).

Lantas benarkah kabar tersebut? Berikut ini hasil penelusuran cek faktanya terkait berita tersebut.

CEK FAKTA

Setelah diputar, video itu menayangkan penjelasan sang narator tentang anggota TNI yang meninggal dunia di pedalaman Papua.

“Pasukan TNI meninggal dunia di pedalaman Papua,” ucapnya.

Akan tetapi hingga akhir video tidak ditunjukan bukti TNI dan warga Papua melakukan aksi balas dendam hingga tewaskan komplotan KKB tanpa sisa.

Video itu juga menayangkan video tanpa suara, terlihat dalam video itu sosok Laksamana Muda, Julius Widjojono, Kapten TNI.

Baca Juga: Mamat Alkatiri Ngeluh Bupati di Papua Kurang Ajar, Mahfud MD jadi Kompor: Ngamuk Aja, Kamu kan Orang Sana

Setelah ditelusuri, faktanya konteks dari video aslinya itu adalah berita ditemukannya salah satu prajurit TNI bernama Pratu F yang sempat dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam perjuangannya mengatasi penyerangan OPM (Organisasi Papua Merdeka). Berikut ini link video lengkapnya:

https://youtu.be/RhVrY8YOpP4

Jadi tidak benar berita TNI dan warga Papua tewaskan komplotan KKB Papua tanpa sisa.

Dikutip dari liberte.suara.com, sampai saat ini KKB Papua masih ada, bahkan dikabarkan Panglima TNI sedang berencana lakukan negosiasi untuk membebaskan Pilot yang disandera KKB Papua.

KESIMPULAN

Hasil penelusuran menunjukan bahwa berita tersebut tidak benar dan bersifat manipulatif, sehingga dapat dikategorikan sebagai berita hoax. (*/Dinda)

Load More