Suara Denpasar - Komika Mamat Alkatiri mengeluh ke Menko Polhukam Mahfud MD bahwa bupati-bupati di Papua kurang ajar. Ada banya tanah adat yang dikuasai pengusaha sehingga bisa menimbulkan ketidakadilan yang dapat berdampak pada keinginan pemisahan diri dari Indonesia.
Mamat mengatakan ke Mahfud, ada masalah di Papua selain terkait keamanan. Di antaranya orang asli Papua tidak mendapat tempat dalam politik hingga ekonomi, yang ditakutkan juga memunculkan keinginan untuk memisahkan diri.
"Keinginan memisahkan diri itu justru muncul karena tidakadilan," kata Mamat saat ngobrol dengan Mahfud MD yang tayang di kanal Youtube HAS Creative, Kamis (1/6/2023).
Menanggapi hal itu, Mahfud mengatakan, sebetulnya pemerintah punya afirmatif policy atau kebijakan afirmasi. Isinya bahwa orang asli Papua diberi keistimewaan atau pengutamaan untuk menduduki jabatan-jabatan publik misalnya gubernur, bupati harus orang Papua.
Dalam pemilu, lanjut Mahfud, meski dilakukan secara bebas dalam memilih dan dipilih, kalau hasilnya orang Papua tidak terpilih, maka minimal dapat kursi 25 persen di DPR.
Begitu juga untuk masuk perguruan tinggi, misalnya orang Papua mau sekolah ke Jawa tidak ikut tes umum yang berlaku di Jawa. Masuk ke UGM, ITB, UI, langsung masuk saja agar nanti bisa pulang membangun Papua, dan menduduki tempat tertentu di BUMN. Juga kalau orang Papua mau masuk TNI tidak usah tes terlalu lama.
"Itu sudah kita lakukan semua karena kita tahu keluhan seperti yang kamu katakan tadi itu juga sudah teridentifikasi oleh pemerintah," papar Mahfud.
Namun, Mamat mempersoalkan bukan hanya jabatan publik, juga dalam hal kekayaan sumber daya alamnya. Dia mencontohkan tanah-tanah orang Papua yang diambil untuk pertambangan, menurutnya ini juga berbahaya karena ke depan bisa menimbulkan rasa ketidakadilan bagi orang Papua.
"Iya sudah ada spekulasi ada isu tambang, tanah sudah dikavling oleh orang Jakarta, pengusaha ini, menteri ini, menteri itu, itu tidak benar," katanya.
Baca Juga: Jadi Cawapres Pemilu 2024? Mahfud MD: Biarkan Berjalan Atas Kehendak Tuhan
Mahfud mengaku sudah mempelajari undang-undang, juga pernah memanggil orang yang disebut punya rencana tambang, jawabannya, tidak ada. Sebab, kata Mahfud, undang-undangnya tanah di sana milik adat, kalau mau dibudidaya, dikembangkan sebagai unit usaha diserahkan ke adat, kalau orang adat tidak bisa maka ke pemda, kalau pemda tidak sanggup maka bisa diserahkan ke pemerintah pusat untuk mencari investor.
"Tapi sekarang kerja sama-kerja sama kepala daerah di sana memang kurang ajar sih. Itu saya udah dari dulu emosi sama mereka," kata Mamat.
"Itu kepala daerah yang salah," kata mahfud.
Mamat mengatakan, dari bupati sampai kepala desa sekalipun memang sudah kurang ajar. "Makanya saya emosi banget, Pak," ujar Mamat.
"Iya, ngamuk aja ke sana. Kamu kan orang sana," ucap Mahfud jadi kompor.
Mamat mengaku dia baru pulang ke Papua. Setiap Lebaran pasti pulang sana jadi tahu situasi terutama di wilayahnya, Fak-Fak.
Berita Terkait
-
Blak-Blakan! Mahfud MD: Pemilu Pasti Curang Tapi Tidak Akan Ditunda
-
Viral Foto Mahfud MD Diedit Jadi Anime, Begini Hasilnya, Calon Wapres Prabowo Subianto?
-
Cek Fakta: Jusuf Kalla Tersangka Korupsi Tower, Mahfud MD Ungkap 2,2 Triliun Masuk Rekening
-
CEK FAKTA: Pasang Badan! Mahfud MD Ultimatum Fadil Gara-Gara Penembakan Habib Bahar Bin Smith
-
Fahri Hamzah kepada Mamat Alkatiri yang Dipolisikan DPR RI Hillary Brigita: Nanti Lomba Maki Pejabat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Dituduh Aniaya ART, Erin Taulany Bongkar Bukti CCTV: Dia yang Kabur dan Langgar Privasi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan