Suara Denpasar - PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) telah berhasil meraih keuntungan besar sebesar Rp425 juta dari berbagai denda yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) terhadap beberapa klub Liga 1.
Dalam dua sidang yang telah dilakukan oleh Komdis, denda tersebut telah dikumpulkan sebagai pendapatan bagi PSSI.
Dilansir dari Antara News, pada sidang awal, empat klub Liga 1, yakni Dewa United, PSS Sleman, PSM Makassar, dan Arema FC mendapat sanksi denda sebesar Rp50 juta sebagai akibat dari berbagai pelanggaran yang mereka lakukan.
Denda ini dijatuhkan setelah adanya akumulasi kartu kuning dan kasus pemain tidak terdaftar dalam beberapa pertandingan.
PSS Sleman dikenai denda karena memiliki lima pemain yang mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Bali United. Sementara itu, Dewa United juga dikenai denda karena memiliki pemain yang tidak terdaftar namun tetap berada di area lapangan dalam pertandingan melawan Arema FC.
Selain itu, Dewa United juga mendapat denda karena pemainnya terlambat memasuki lapangan pada babak kedua pertandingan melawan Arema FC, yang menyebabkan penundaan pertandingan selama 93 detik.
Hal yang sama juga terjadi pada Arema FC, di mana pemainnya juga terlambat memasuki lapangan pada babak kedua pertandingan melawan Dewa United, yang membuat pertandingan terlambat dimulai selama 92 detik.
Selain denda tersebut, pemain Erwin Ramdani dari Rans Nusantara FC juga dikenai denda sebesar Rp10 juta dan larangan bermain selama dua pertandingan karena melakukan pemukulan terhadap pemain lawan dalam pertandingan melawan Persikabo.
Pendapatan sebesar Rp425 juta dari denda ini memberikan keuntungan yang signifikan bagi PSSI. Meskipun denda merupakan tindakan yang tidak diharapkan, namun hal ini menunjukkan komitmen PSSI dalam menjaga disiplin dan aturan dalam kompetisi sepak bola.
Baca Juga: Respon Persija Soal Spekulasi Pulangkan Eks PSIS Pratama Arhan dari Tokyo Verdy
Dengan mengumpulkan dana dari denda tersebut, PSSI dapat menggunakannya untuk mendukung pengembangan sepak bola di Indonesia, termasuk peningkatan infrastruktur, pelatihan, dan pengembangan pemain muda.
Keberhasilan PSSI dalam meraih keuntungan dari denda ini juga menjadi momentum bagi para klub dan pemain untuk lebih mematuhi aturan dan menjaga fair play dalam setiap pertandingan. Diharapkan bahwa hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan meningkatkan citra kompetisi Liga 1 di mata publik.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Merasa Tidak Fair, PSSI Ajukan Banding Terkait Sanksi AFC, Imbas Kerusuhan di Laga Final SEA Games Timnas Indonesia VS Thailand
-
Buntut Kerusuhan Suporter PSM Makassar, Ini Sanksi dari Komdis PSSI
-
Cek Fakta: Ketum PSSI Erick Thohir Sengaja Cari Kekurangan JIS, Rumput Ditolak Kini Ngotot Ajukan Ganti Atap ke FIFA?
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Lengkap! Biaya Kuliah Kedokteran Undip Setara Motor hingga Mobil, Ini Rinciannya
-
Sok-sokan Edukasi Bahaya Martabak Manis, Steven Wongso Disentil Balik soal Steroid
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Tragis! Karnaval Sound Horeg di Pati Makan Korban Jiwa, Ini 5 Fakta yang Terungkap
-
5 Sepeda Lipat Lokal Terbaik di Indonesia, Murah sampai Mewah Sesuai Bujet
-
Sinergi Pengusaha dan Pengelola Dapur, APPMBGI Sulsel Siap Dukung Program Nasional
-
Demo TNTN di Kantor Gubernur Riau Hari Ini, Lalu Lintas Pekanbaru Dialihkan
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran