- Jokowi berencana mengunjungi Lampung, NTT, dan Jawa Barat pada pertengahan 2026 setelah pulih dari gangguan kesehatan.
- Peneliti BRIN menilai safari politik tersebut sebagai strategi strategis Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia.
- Upaya perluasan basis massa PSI melalui safari Jokowi memicu kewaspadaan partai petahana terhadap potensi pergeseran suara.
Suara.com - Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), untuk kembali turun gunung dan berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia memicu sorotan.
Peneliti Senior bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah ini merupakan strategi besar untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.
Lili menegaskan, bahwa safari politik tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya terukur untuk mendongkrak elektabilitas PSI agar mampu melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
"Saya kira, safari politik tersebut dalam rangka untuk mendongkrak elektabilitas PSI agar lolos di parlemen. Dengan safari politik tersebut, para pendukung Jokowi tidak hanya disambangi, tetapi juga diarahkan agar memberikan dukungan dan suaranya bagi PSI," kata Lili saat dihubungi Suara.com, Kamis (28/5/2026).
Selama ini, PSI identik dengan basis massa di wilayah tertentu. Namun, Lili melihat ada upaya dari Jokowi untuk memperluas jangkauan partai tersebut.
Safari ini dianggap sebagai misi untuk memecah dominasi suara di luar "kandang" tradisional mereka.
"Tampaknya safari politik yang dilakukan tersebut untuk mencoba melebarkan basis PSI agar juga kuat di luar Jawa Tengah, yang selama ini dianggap sebagai basis suaranya," lanjutnya
Langkah Jokowi ini juga disebut sebagai ajang pembuktian apakah pengaruh sang mantan presiden masih sakti di mata rakyat.
Safari ini akan menjadi parameter sejauh mana para pendukung setia Jokowi tetap tegak lurus mengikuti arahan politiknya.
Baca Juga: Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
"Pertanyaan kemudian, apakah dengan safari politik akan sukses mendongkrak suara PSI? Tentu ini akan menjadi uji coba bagi Jokowi, apakah para pendukung masih loyal atau tidak," kata Lili.
Poin krusial yang ditekankan Lili Romli adalah dampak safari Jokowi terhadap peta kekuatan partai politik yang sudah ada.
Ia mengingatkan partai-partai lama untuk meningkatkan kewaspadaan, karena pergerakan Jokowi berpotensi besar menggerus basis suara mereka.
Menurut Lili, partai politik petahana dipastikan tidak akan tinggal diam melihat suara konstituen mereka beralih ke partai pendatang baru.
"Saya kira partai-partai lain ada kewaspadaan itu. Tentu partai-partai yang ada tidak akan rela suaranya beralih. Mereka akan berusaha tetap bertahan di parlemen dan tidak mau digeser dengan pendatang baru," tegas Lili.
Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi nampaknya serius untuk berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi
-
Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut