Suara Denpasar – Keyakinan Inara Rusli untuk mendapatkan hak asuh atas ketiga anaknya dari sang mantan suami, Virgoun semakin kuat setelah ia memiliki bukti hasil lab kesehatan Virgoun.
Seperti diketahui selain menuntut cerai dari vokalis band Last Child itu. Inara Rusli juga menuntut hak asuh akan ketiga anaknya.
Demi mewujudkan keinginannya itu, Inara Rusli membawa 50 bukti pendukung demi mendapatkan hak asuh anak dari Virgoun pada lanjutan sidang cerai keduanya di Pengadilan Agama Jakarta Barat beberapa hari lalu.
Tak hanya membawa hasil lab kondisi kesehatan Virgoun. Inara Rusli juga memiliki bukti lain yakni berupa tangkapan layar percakapannya dengan Virgoun yang terdapat kata-kata kasar dan tidak mengenakan di hati.
Berdasarkan bukti hasil lab kesehatan Virgoun, ia menyebut mantan suaminya reaktif terhadap suatu penyakit.
Meski tidak secara gamblang Inara Rusli menyebut penyakit apa yang diderita Virgoun.
“Ada tes lab darah, iya (reaktif),” ujar Inara Rusli dilansir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Sabtu (29/7/2023).
Hal senada juga disampaikan kuasa hukum Inara Rusli, Arjana Bagaskara yang sama seperti klien-nya enggan membeberkan penyakit yang diderita Virgoun.
“Soal itu (penyakit) sama enggak mau jawab dulu. Belum diberikan hari ini,” jelas Arjana.
Baca Juga: Inara Rusli Sebut Hal Ini Setelah Viral Kabar Cara Didik Virgoun ke Anak-anaknya
Arjana menjelaskan di agenda sidang berikutnya, pihak Inara berencana akan menghadirkan dokter sebagai saksi untuk menjelaskan hasil lab tersebut kepada Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Barat.
“Kami berusaha akan hadirkan dokter yang akan memberikan penilaian itu (hasil lab) untuk menilai secara kedokteran itu seperti apa dan maksudnya apa secara medis,” bebernya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026