Suara Denpasar – Suporter Militan Bali United, North Side Boys (NSB) 12 yang menghuni tribun utara Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali memutuskan untuk mencabut keputusan boikot menyaksikan laga Bali United.
Seperti diketahui di awal musim BRI Liga 1 2023-2024 tribun Stadion Dipta nampak lowong karena mayoritas suporter mereka kurang setuju dengan keputusan manajemen Bali United yang menaikkan harga tiket musim ini.
Bentuk protes pun mereka layangkan kepada manajemen Bali United dengan memboikot laga home tim berjuluk Serdadu Tridatu itu.
Tak ingin konflik antara suporter dan manajemen Bali United terus berlangsung lama.
Manajemen Bali United yang diwakili CEO Bali United, Yabes Tanuri dan LOC Stadion Dipta, I Ketut Suantika menggelar diskusi dengan suporter.
Selain itu dalam pertemuan tersebut juga dihadiri pemilik klub Bali United, Pieter Tanuri.
Sementara dari kubu suporter Bali United juga dihadiri oleh beberapa komunitas suporter lainnya.
Dalam pertemuan itu disepakati bahwa terjadi perubahan harga tiket untuk harga tiket ekonomi yang semula ditetapkan sebesar Rp 100 ribu diturunkan menjadi Rp 80 ribu sampai H-1 pertandingan.
Lalu berubah kembali ke harga normal saat pembelian di hari H pertandingan.
Begitu pula dengan harga tiket VIP yang semula Rp 400 ribu menjadi Rp 350 ribu sampai dengan H-1 pertandingan dan kembali ke harga semula saat hari H Pertandingan.
Keputusan tersebut dirasa menguntungkan bagi kedua belah pihak sehingga komunitas suporter Bali United memutuskan mencabut keputusan boikot.
“Dengan ini kami resmi mencabut boikot yang kita lakukan dan siap kembali hadir di tribun utara saat match home selanjutnya,” tulis nortsideboys12 dilansir Suara Denpasar dari laman resmi klub, Selasa (1/8/2023). (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026