Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengaku menjadi salah satu kepala daerah yang paling sering mengganggu Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly.
Wayan Koster mengatakan dia sering menghubungi Yasonna Laoly terkait kebijakan kepariwisataan, terutama saat dan sesudah pandemi Covid-19.
Pertama kata dia, saya minta diberlakukan PPKM yang sangat ketat dan betul-betul ketat. Karena kalau tidak ketat, pemulihan di Bali itu tidak akan bisa dilakukan.
"Dalam kaitan pemberlakuan PPKM ini, kami betul-betul meminta beliau (Yasonna Laoly) memperketat masuknya para wisatawan datang ke Bali, khususnya wisatawan mancanegara. Sehingga interaksi luar terhadap masyarakat lokal itu betul-betul dapat dikendalikan," ujar Koster, Rabu (9/8/2023).
Setelah berhasil mengelola pariwisata setelah pandemi Covid-19, Koster mengaku kembali mengganggu Yasonna Laoly terkait kemudahan wisatawan asing masuk ke Bali dengan menerapkan kebijakan visa on arrival untuk 93 negara.
"Kemudian setelah pandemi bisa dikelola dengan baik, sudah terkendali, kembali kami mengganggu beliau untuk mempercepat pemulihan pariwisata. Di awal kita memperketat masuk orang, pada saat pemulihan pariwisata kami minta supaya beliau mempermudah wisatawan asing masuk Bali. Dikasi juga sama beliau, luar biasa," sanjung Koster.
Tak berhenti sampai di sana, setelah ramai kunjungan wisatawan asing masuk ke Bali, Pemerintah Provinsi Bali kewalahan karena ada banyak tindakan kriminal yang dilakukan warga negara asing di Bali.
Karena itu, Koster kembali menghubungi Yasonna Laoly untuk membuat kebijakan khusus untuk mengatur perilaku pariwisata terlebih kepada WNA. Kemudian terbitlah panduan wisata atau Do's and Don'ts.
Kebijakan Do's and Don'ts itu cukup berhasil. Tindak kriminalitas yang dilakukan oleh WNA di Bali langsung meredam.
Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Ngambek, Ibaratkan Pelaku Pariwisata 'Kacang Lupa Kulit'
"Hampir setiap hari saya mengganggu beliau karena selalu ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Bali ini. Akhirnya kenakalan-kenakalan yang selalu terjadi sebelumnya sudah jarang terjadi," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Padahal Gelontorkan Ratusan Juta Rupiah, THR Dewi Perssik untuk Tetangga Dinilai Terlalu Sedikit
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Daftar Bengkel Siaga Arus Balik Lebaran 2026 Jalur Pantura & Tol Trans Jawa
-
Panduan Lengkap: Dari Keringkan Sampai Jadi Bubuk, Cara Mengolah Bunga Telang di Rumah
-
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
-
4 Cara Menyimpan Sisa Opor dan Rendang agar Tidak Basi Sampai Besok
-
Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
-
Dari Merak hingga Ketapang, Mudik Kini Didukung Fasilitas Perjalanan yang Lebih Praktis
-
Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Iran, Karena Menolak Rujuk?
-
7 Mobil Bekas Murah Mesin di Bawah 1500cc: Perawatan Mudah, Masa Pakai Lama, Nggak Gampang Gasruk