Suara Denpasar - FIFA telah resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Pada Selasa (08/08/2023) kemarin, PSSI bahkan mengkonfirmasi 4 stadion yang menjadi venue Piala Dunia U-17. 4 stadion tersebut antara lain Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo) dan Gelora Bung Tomo (Surabaya).
Meskipun sudah ditunjuk menjadi stadion yang menjadi venue Piala Dunia U-17, namun JIS harus menerima renovasi besar-besaran. Angkanya pun cukup fantastis karena menyentuh anggaran hingga Rp6 miliar.
Lantas, fasilitas apa saja yang belum memenuhi standar tersebut? Ini dia penjelasan selengkapnya dilansir dari Suara.com pada Kamis (09/08/2023)!
1. Tidak Ada Area Khusus Drop-off Tim
Fasilitas yang sangat penting bagi tim-tim yang akan berpartisipasi di JIS adalah area drop-off khusus. Sampai saat ini, belum ada area yang ditunjuk khusus untuk menurunkan pejabat, staf, pemain sepak bola, dan tamu istimewa. Selain itu, area ini seharusnya dilengkapi pagar pembatas untuk mencegah akses yang tidak sah.
2. Fasilitas Tribun yang Kurang Memadai
Perimeter tribune dianggap kurang memadai, sehingga JIS belum bisa menampung maksimal 82.000 penonton sesuai standar. Peresmian JIS pada Juli 2022 perlu dievaluasi lebih lanjut karena penggu 1.
3. Kelemahan Pagar Pembatas
Masalah lain yang perlu diperbaiki adalah kelemahan pagar pembatas. Runtuhnya pagar pembatas terjadi saat acara Peluncuran Grand Jakarta International Stadium pada Juli 2022. Kontraktor diminta untuk mengganti pagar pembatas agar sesuai dengan standar demi keamanan penonton.naannya belum optimal.
Baca Juga: Tampilkan Luffy Gear 5, PSIS Semarang Masih Kalah, Barisan Depan Mandul Tanpa Carlos Fortes
4. Kapasitas Parkir yang Tidak Memadai
Kapasitas parkir di JIS yang hanya dapat menampung 800 kendaraan empat roda dianggap kurang memadai. Padahal, jumlah maksimal penonton di JIS mencapai 82.000 orang. Menurut standar FIFA, stadion dengan kapasitas 60.000 orang seharusnya memiliki lahan parkir untuk minimal 10.000 mobil.
5. Akses Transportasi Umum yang Terbatas
Akses menuju JIS bagi warga lokal masih sulit. Terletak di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara, akses menuju JIS belum mudah dijangkau menggunakan transportasi umum. Meskipun Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi telah berjanji menambah armada TransJakarta, banyak warga yang masih mengeluhkan keterbatasan transportasi umum, yang hanya tersedia pada acara tertentu.
6. Akses Penonton yang Belum Sesuai Standar
Tidak hanya akses bagi kendaraan, akses penonton menuju stadion juga belum memadai. Trotoar pejalan kaki yang minim, proyek pembangunan yang masih berlangsung, serta akses masuk stadion yang hanya bisa lewat satu pintu menjadi masalah keselamatan penonton, terutama dalam situasi darurat.
7. Rumput yang Tidak Memenuhi Standar
Terakhir, rumput JIS yang ternyata di klaim belum memenuhi standar. Disebutkan bahwa rumput JIS mengalami kerusakan di beberapa bagian sehingga memerlukan renovasi.
Di sisi lain, renovasi JIS ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. JIS juga disebut bakal menjadi venue utama untuk laga final Piala Dunia U-17 2023 yang akan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123