Suara Denpasar - Jelang pemilu 2024, jalan-jalan di Bali sudah ramai dipasang atribut partai seperti baliho kader partai bahkan bendera partai.
Terkait hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan agar pemasangan atribut partai menghindari fasilitas umum.
"Saya kira karena ini (Bali) daerah tujuan pariwisata, tentu kita berkewajiban, masyarakat juga berkewajiban untuk menjaga situasi lingkungan yang asri," pinta Dharmadi saat ditemui Suara Denpasar di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (12/8/2023).
Dharmadi menjelaskan, fasilitas umum yang dia maksudkan adalah taman kota, jembatan, tiang listrik, tiang telepon atau tiang traffic light itu sebenarnya tidak boleh dipasangi atribut partai.
"Jangan sampai taman-taman kota terganggu, fasilitas umum lain seperti tiang-tiang itu dipasangi bendera atau baliho, ini yang sebenarnya harus dihindari," sambung dia.
Dharmadi mengaku sudah menginstruksikan hal tersebut kepada jajaran Satpol PP Kabupaten Kota untuk bertindak sesuai tugas. Namun begitu, kata dia, harus mengutamakan pendekatan humanis.
"Saya berharap Satpol PP kabupaten/Kota jangan takut (bertindak). Tapi pendekatan secara humanis wajib dilakukan, komunikasikan dengan yang pasang, setelah itu dengan tenggang waktu, batas waktu."
"Baru kalau itu tidak dilakukan pembongkaran, silahkan Satpol PP Kabupaten/kota untuk membongkarnya," terang dia.
Dharmadi menyarankan agar proses sosialisasi kader atau alat kampanye pada pemilu 2024 sebaiknya menggunakan teknologi media sosial, ketimbang pakai baliho.
Baca Juga: Partai Politik Mau Kampanye Harus Tahu Ini, Jika Tak Ingin APK Dibongkar Satpol PP
"Kalau boleh, zaman digital sekarang teknologi maju, lebih efektif, bahkan kita bisa berdiskusi dalam literasi digital, jauh lebih efektif."
"Kita lihat kan baliho atau spanduk juga dipasang ga karu-karuan. Ini perlu dicermati oleh pemasang, calon sendiri lebih mengedepankan lingkungan yang asri, jangan sampai berkontribusi menyumbang situasi kumuh," tandasnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba