Suara Denpasar - Proyek prestisius penataan kawasan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) hingga ke Cemagi yang menelan dana Rp 249 miliar mendapat sorotan banyak pihak.
Hal ini tidak lepas dari kualitas pengerjaan proyek yang dinilai asal-asalan.
Bahkan, akibat viralnya candi bentar atau candi selamat datang di Pantai Legian, Kuta, Kabupaten Badung. Proyek tersebut pun menjadi bahan olok-olok warganet.
Bukan hanya itu, ketidakberesan tersebut juga mengundang aparat terkait untuk makin ketat mengawasi pelaksanaan proyek. Termasuk dari jajaran Polresta Denpasar.
"Masih dalam pengerjakan, sehingga kita berikan kesempatan untuk memperbaiki. Kami monitor dan nanti di audit di akhir," papar Kanit Tipikor Polresta Denpasar Putu Suta, Selasa (15/8/2023).
Untuk diketahui, sesuai papan proyek, kontrak pekerjaan renovasi penyengker Pantai Samigita di mana di dalamnya termasuk pembangunan gapura itu dimulai sejak 3 Mei 2023.
Pekerjaan akan dilaksanakan selama 120 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp 26.883.858.745. Kontraktor pelaksananya adalah Bali Perkasa KSO, dengan Konsultan Pengawas CV Bina Bwana Wisesa dan Konsultan Perencana PT Tata Racana Hijau.
Terkait dengan pengawasan yang dilakukan Konsultan Pengawas CV Bina Bwana Wisesa terkait proyek tersebut.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung sudah melakukan pemanggilan dan meminta konsultan pengawas bekerja maksimal.
Baca Juga: Proyek Tak Becus, Konsultan Pengawas Proyek Gapura Pantai Legian "Tidur"
Kepada Kabid Cipta Karya PUPR Badung Dewa Suyasa, pihak konsultan mengakui kesalahan tersebut.
"Hal tersebut terjadi memang aada keterbatasan dan kurang ketelitian kami sebagai pelaksana lapangan mengawasi pekerjaan di lapangan, mengingat jumlah candi yang banyak dan area kerja yang panjang," begitu tiru Kabid Cipta Karya PUPR Badung Dewa Suyasa soal pernyataan dari pihak CV Bina Bwana Wisesa.
Dia juga menegaskan, pihak Pemkab Badung meminta kepada konsultan maupun pelaksana untuk segera mengganti bangunan yang tidak sesuai spesifikasi.
Termasuk juga dengan candi bentar yang tidak simetris. Di mana, sampai saat ini pengerjaannya sudah mencapai 85 persen. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan