Suara Denpasar – Perubahan arus zaman di era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi berbasis digital begitu masif menjadi tantangan di semua bidang tak terkecuali pendidikan.
Teknologi digital menjadi wahana baru bagi pengelola perpustakaan sekolah untuk memberikan layanan berbasis digital yang membantu peserta didik, guru, tenaga kependidikan, maupun warga sekolah lain untuk bisa mengakses informasi dan sumber pustaka dengan mudah.
Akan tetapi hal itu tidak serta merta diwujudkan dengan mudah. Pasalnya, dibutuhkan kesiapan baik dari sisi sarana dan prasarana maupun dari sisi sumber daya manusia pengelola perpustakaan sekolah untuk siap memanfaatkan teknologi digital dalam upaya digitalisasi layanan perpustakaan sekolah.
Melihat permasalahan yang dihadapi sekolah dalam menyiapkan digitalisasi layanan perpustakaan sekolah.
Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai Dr. Sultoni, M.Pd menggelar kegiatan pelatihan penerapan tata kelola perpustakaan digital pada Senin (7/8/2023) beberapa waktu lalu.
Kegiatan pelatihan tersebut juga melibatkan akademisi lainnya dari UM yakni Dr. Sunarni, S.Pd., M.Pd dan Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP.
Tim pengabdian masyarakat UM menggandeng SD Negeri Pandanwangi 5 Kota Malang sebagai mitra kegiatan pelatihan tersebut.
Pelatihan tersebut juga menghadirkan Kepala UPT Perpustakaan UM, Nurenzia Yannuar, S.S, M.A, Ph.D, sebagai narasumber terkait dengan digitalisasi layanan perpustakaan di sekolah.
Sultoni mengatakan pelatihan yang diberikan adalah upaya perguruan tinggi untuk membantu sekolah dalam menghadapi tantangan di era global. Salah satunya dengan digitalisasi layanan perpustakaan sekolah.
Baca Juga: Cek Fakta: Bojan Hodak Coret 5 Pemain Persib yang Terbukti Tampil Jelek, Datangkan Bek Asal Italia
Menurutnya kepala sekolah perlu mendapatkan stimulus untuk melakukan revitalisasi pengelolaan layanan perpustakaan sekolah dengan memanfaatkan teknologi untuk memacu minat baca siswa yang di era modern seperti saat ini banyak bersinggungan dengan teknologi seperti gawai.
“Penerapan tata kelola perpustakaan digital diharapkan dapat menstimulus para kepala sekolah dalam upaya merevitalisasi keberadaan perpustakaan sekolah melalui pemanfaatan teknologi,” terang Sultoni.
Nurenzia sebagai praktisi yang sudah memiliki pengalaman cukup panjang dalam proses digitalisasi layanan perpustakaan sekolah mengatakan ada banyak faktor yang perlu disiapkan sekolah untuk bermigrasi dari layanan konvensional ke digital.
“Merancang digitalisasi perpustakaan perlu memperhatikan kesiapan sekolah baik sarana prasarana maupun SDM di dalamnya,” ujar Nurenzia.
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu guru SD Negeri 5 Pandanwangi Kota Malang, Galih yang menyebut minat baca siswa kurang karena layanan perpustakaan sekolah kurang maksimal.
“Perpustakaan tidak dikelola dengan baik, membuat siswa enggan untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk mencari referensi belajar,” ucap Galih.
Adanya kegiatan pelatihan yang diberikan dapat menjadi wawasan baru bagi sekolah dalam merancang layanan perpustakaan sekolah berbasis digital yang dapat memantik minat baca siswa. (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
Yang Tampak Murah Belum Tentu Hemat: Dilema Belanja Kelas Menengah ke Bawah
-
7 Peralatan Elektronik di Dapur yang Paling Boros Listrik, Bisa Bikin Jeglek
-
Arungi Super League 2026/2027, Adhyaksa FC Pindah Bermarkas di Kalimantan
-
Bukan 350 Tahun Dijajah: Membongkar Mitos Besar dalam Sejarah Indonesia
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua
-
Tiketnya Hampir Ludes, Intip Prediksi Setlist Konser My Chemical Romance di Jakarta
-
3 Parfum Fordive Terlaris di Shopee, Bebas Bau Tak Sedap saat Aktivitas