/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 13:44 WIB
Masa aksi di depan Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. (Foto: Rovin Bou).

Suara Denpasar - Jelang putusan Daftar Calon Sementara (DCS) calon DPRD Provinsi Bali oleh KPU Bali pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2023 mendatang, PDI Perjuangan Bali alami gejolak internal. 

Pasalnya, sekitar 2.700 masa dari bakal calon DPRD Bali, I Nyoman Mulyadi yang juga Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan mendatangi Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. 

Koordinator aksi, Dewa Alit Artha mengatakan mereka mendatangi kantor DPD PDIP Bali karena ada informasi yang beredar bahwa jagoan mereka (I Nyoman Mulyadi) tercoret dari daftar calon sementara (DCS) DPRD Provinsi Bali. 

Untuk itu masa aksi pendukung Nyoman Mulyadi mendatangi Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali untuk meminta pertanggungjawaban DPD PDIP Bali sekaligus mewanti-wanti agar isu itu tidak benar adanya. 

"Informasi yang kami dapat entah benar atau tidak, kami kan jaga-jaga, antisipasi. Jadi kita mengingatkan dari awal bahwa keberadaan Bapak Nyoman Mulyadi memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kediri," ucap Dewa Alit Artha di DPD PDIP Bali, Rabu (16/8/2023).

Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang menerima masa aksi tersebut mengatakan pihaknya akan segera membahas aspirasi masa aksi di tingkatan DPD. 

"Hari ini saya didatangi keluarga besar saya, tokoh-tokoh Partai di Kabupaten Tabanan, ingin menanyakan salah satu tokoh dari Kediri yang menurut mereka itu tidak ada di daftar calon sementara," terang Jaya Negara.

"Nah karena ini DCS juga kan belum keluar. Untuk itu pada kesempatan ini tentu kami menerima aspirasi tersebut akan kami rapatkan, ditindaklanjuti di rapat DPD," sambungnya. 

Terkait isu bahwa I Nyoman Mulyadi tercoret dari daftar calon sementara tersebut, Jaya Negara mengatakan menunggu hasil pengumuman DCS dari KPU. 

Baca Juga: Kunjungi Rumah Prabowo, Ini Tujuan Politisi PDI Perjuangan, Beda Sikap dengan Partai?

"Masalah dicoret kami tidak punya kewenangan. Saya tidak tahu kira-kira, saya tidak bisa menjawab. Setelah tahu besok (DCS) saya baru bisa jawab karena DCS baru kita umumkan nanti," tandasnya. (*/Dinda)

Load More