/
Kamis, 17 Agustus 2023 | 10:19 WIB
Bukan Kaleng-kaleng! Pantesan JIS Lebih Pilih Rumput Hibrida Dibandingan Gunakan Rumput Alami, Ini Alasannya (Ig jakintstadium)

Suara Denpasar – Jakarta International Stadium (JIS) saat ini memang telah ditunjuk sebagai salah satu tempat pertandingan Piala Dunia U-17, yang akan berlangsung pada 10 November hingga 2 2 Desember 2023 mendatang.
 
Pemilihan JIS sebagai salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 ini tentunya tidak luput dari perhatian warganet, terkait kesiapannya dalam menyambut kegiatan besar tersebut.
 
Salah satu yang menjadi perhatian adalah, rumput JIS yang tentunya akan menjadi faktor pendukung bagus atau tidaknya suatu stadion.
 
Melansir dari laman ANTARA, saat ini Jakarta International Stadium (JIS) memang telah menggunakan rumput hibrida di lapangannya.
 
Hal ini juga telah dibenarkan oleh Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin saat mengungkapkan terkait fasilitas JIS beberapa waktu yang lalu
 
Menurutnya, dengan pemilihan rumput hibrida tersebut akan membuat lapangan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi lebih tahan lama, dibanding stadion lainnya yang masih menggunakan rumput alami sebanyak 100%.
 
Hal ini terjadi karena rumput hibrida ini telah memadukan 95 persen rumput alami zoysia matrella dan lima persen rumput sintetis yang merupakan bagian dari jenis limonta asal Italia.
 
Bahkan rumput tersebut juga telah digunakan oleh sejumlah stadion di Eropa, seperti Santiago Bernabeu, yang digunakan oleh Real Madrid hingga Amsterdam Arena.
 
Sedangkan untuk perawatannya, pihak Jakarta International Stadium (JIS) telah melakukan pengecekan secara berkala menggunakan sebuah alat yang bernama mobile lighting grass growth.
 
Alat tersebut merupakan sebuah penggerak lampu ultra violet yang bisa dipindahkan, karena juga telah dilengkapi dengan roda-roda.
 
Sehingga dengan hal tersebut, pihak Jakarta International Stadium (JIS) menerangkan bahwa JIS sudah siap dengan berbagai fasilitas pendukung untuk pertandingan sepak bola.
 
“JIS sudah siap dengan fasilitas pendukung pertandingan sepak bolanya sejak jauh-jauh hari,” ungkap Iwan.
 
Selain itu, dilansir dari Suara.com rumput hibrida ini juga dapat digunakan untuk 1.000 jam pertandingan, yang tentunya berbeda dengan kapasitas stadion di Indonesia lainnya.
 
Tak hanya sampai di sana, rumput ini juga memiliki daya serap air yang tinggi, sehingga membuatnya akan cepat turun ke lapisan terbawah. (*/Dinda)

Load More