Suara Denpasar - Shin Tae Yong menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus untuk turnamen Piala AFF U-23 2023 yang berlangsung di Thailand. Hal ini membuat netizen ikut mempertanyakan alasan ancaman Erick Thohir pada klub-klub yang ogah melepas pemainnya ke Timnas Indonesia.
Menurut Shin Tae Yong, pertandingan ini hanya dianggap seperti pertandingan persahabatan belaka. Target pelatih asal Korea Selatan ini sebenarnya adalah menang di PIala Asia U23.
"Dalam hal persiapan pemain belum berjalan dengan sangat baik, ini tidak hanya terjadi pada kami, tetapi semestinya juga terjadi untuk semua tim di sini: Indonesia, Timor Leste, juga Malaysia, dan Vietnam juga merasakan situasi yang sama," ungkap Shin Tae Yong dikutip dari Instagram @garudafansbook (17/8/2023).
"Jadi seperti yang Anda semua tahu, bagi saya turnamen ini bukan apa-apa selain turnamen persahabatan,” tambahnya.
Namun, pernyataan ini menuai tanggapan dari netizen, terutama setelah ancaman yang diajukan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kepada klub seperti Persija dan PSM Makassar.
Ancaman tersebut berupa penolakan dana bantuan renovasi stadion oleh PSSI bagi klub-klub yang tidak melepas pemainnya untuk bergabung dengan timnas di Piala AFF 2023.
Banyak netizen merasa bahwa ada kepentingan politik yang mungkin terlibat dalam ancaman yang diberikan oleh Erick Thohir. Beberapa di antaranya mengungkapkan pendapat mereka di media sosial:
"Ada yang punya ambisi juara demi elektabilitas. Sampe ancam ancam klub yg gk mau lepas pemain, kompetisi Asean U-23 cukup Sea Games saja," tulis akun Instagram @divawiera.
"Tapi ada loh coach orang PSSI yang ngotot di Piala AFF demi elektabilitas demi ambisi di 2024," tambah akun @noviandra23_.
Meski demikian Shin Tae Yong tetap berusaha yang terbaik dengan 23 pemain timnas yang dibawanya. Ia menyebut Timnas sudah siap menghadapi Malaysia dan Timor Leste lantaran pemain yang diturunkan tidak banyak berbeda dengan ajang SEA Games.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-23 2023, Shin Tae-yong Tetap Percaya Diri Meski Skuadnya Tak Sempurna
-
Ikut-ikutan Ketum PSSI Erick Thohir, Ini Target Malaysia di Piala AFF U-23, Hadapi Kendala Seperti Shin Tae-yong
-
Cek Fakta: Terkuak Alasan Pratama Arhan Tak Dipanggil Shin Tae yong ke Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF 2023, karena Nikahi Putri Anggota DPR?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati