/
Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:30 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir Siap Beri 'Pembalasan Kejam' ke Persija Jakarta dan PSM Makassar, Stadion JIS Terseret (Instagram Erick Thohir)

Suara Denpasar - Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI saat ini memberikan peringatan yang bisa diartikan sebagai 'pembalasan Kejam' untuk klub yang tidak mau melepas pemainnya untuk Piala AFF U-23.

Perlu diketahui bahwa Timnas Indonesia akhirnya berangkat ke AFF U23 Thailand dengan jumlah pemain yang terbatas. 

Meskipun mayoritas pemain berasal dari skuad SEA Games Kamboja, terdapat dua klub yang menolak pemain mereka dipanggil untuk bergabung dalam Timnas Indonesia yakni Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Melansir dari laman deli.suara.com, Persija Jakarta dan PSM Makassar dengan tegas menolak pemain mereka untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Kedua tim ini berpendapat bahwa Piala AFF U23 tidak termasuk dalam jadwal resmi FIFA.

Padahal Shin Tae-yong berharap dua pemain pentingnya yakni Rizky Ridho dan Dzaky Asraf bisa ikut membela timnas Indonesia di ajang AFF U-23 tersebut.

Melihat adanya penolakan dari klub, Ketua Umum PSSI Eric Thohir mengambil sikap tegas. Bahkan, pembalasan yang diterima 'klub pembangkang' tidak main-main.

"Saya juga boleh dong mikir bantu klub? Boleh nggak?" katanya di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat seperti dikutip Kamis (17/08/2023).

Erick dengan serius membicarakan alokasi dana dari pemerintah untuk memperbaiki stadion. Dia juga menyoroti calon kandang kedua klub tersebut dan berharap agar mereka mendapatkan fasilitas yang memadai.

"Pasti juga suporter akan sedih karena pasti suporter ada yang namanya Merah Putih, ada yang Persija, dan ada yang PSM. Apalagi kita sedang memfasilitasi stadion untuk dimiliki PSM, termasuk Jakarta International Stadium (JIS) ini kami renovasi untuk Persija juga, bukan hanya buat timnas," katanya.

Baca Juga: Belum juga Bertanding, Malaysia Sebut Timnas Indonesia U-23 Berniat Menipu Jelang Duel di Piala AFF U-23 2023

Menteri BUMN tersebut menegaskan bahwa tujuannya bukanlah ancaman, melainkan upaya untuk memajukan dan meningkatkan perkembangan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Saya bukannya mengancam. Tapi ya saya mau membangun klub yang cinta Indonesia juga dong," tandasnya. (*/Ana AP)

Load More