Suara Denpasar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir optimistis dan yakin dengan integritas dua komite yudisial PSSI, yakni Komite Etik dan Komite Banding.
Erick Thohir merasa Kedua komite itu akan bekerja secara profesional dalam menganani masalah sepak bola nasional.
Apalagi kinerja PSSI sering medapat kritikan banyak pihak karena keputusan Komisi Disiplin (Komdis) yang dianggap gampang mengobral sanksi ke klub dan juga pemain tanpa adanya kesempatan melakukan banding.
Beberapa manajemen klub Liga 1 seringkali mengeluhkan sanksi Komdis PSSI yang dinilai memberatkan klub karena tidak adanya kesempatan untuk melakukan banding terhadap sanksi yang diberikan.
Dilansir dari laman resmi PSSI, pria yang akrab ET itu memastikan Komite Etik dan Komite Banding PSSI akan bekerja dengan baik dalam menyelesaikan perkara sepak bola Indonesia sehingga tidak lagi ada isu negatif soal kinerja PSSI ke depan.
“Berulang kali saya menekankan ingin membangun PSSI yang bersih dan tegas dalam pengambilan keputusan,” tegas Erick Thohir, Sabtu (19/8/2023).
Kehadiran dua komite itu akan membantu klub atau pemain melakukan banding atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI.
Erick Thohir menyebut keberadaan dua komite itu di tubuh PSSI demi pengelolaan sepak bola nasional yang lebih baik.
“Hal itu tak lain agar sepak bola yang kita cintai ini berubah ke arah yang jauh lebih baik. Apalagi sepak bola menjadi tumpuan hidup bagi banyak sektor,” jelasnya.
“Mulai dari pemain hingga ofisial klub sehingga semua hal terkait dengan peraturan, hukum, atau sanksi harus benar-benar ditegakkan,” ucap Erick Thohir menambahkan.
Alasan itulah yang kemudian membuat Erick Thohir menambahkan Komite Etik dan Komite Banding pada PSSI di era kepemimpinannya.
“Ini merupakan kepercayaan dan juga amanah agar dalam penerapan keputusan, terutama sanksi selalu bersandar pada statuta PSSI, Kode Etik PSSI dan Kode Disiplin PSSI,” tandas Erick Thohir. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Rizky Ridho dan Dzaky Asraf Kena Ultimatum Keras Erick Thohir, Siap Tak Masuk Line Up Timnas Indonesia Lawan Portugal?
-
Erick Thohir Persiapkan Timnas Indonesia U-17 untuk Kancah Dunia, Bima Sakti Kena Imbasnya
-
Ancam Persija dan PSM Makassar, Ketum PSSI Erick Thohir Kena Semprot, 'Levelnya Masih Sekelas AFF'
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?