Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan semua pihak mestinya menjaga, melindungi dan melestarikan Bali karena memiliki tugas yang besar. Karena itu semua pihak harus punya rasa peduli Bali.
Hal tersebut disampaikan Wayan Koster kepada pihak London School Public Relations (LSPR) Institut saat memperkenalkan program Bali Shanti.
Program Bali Shanti itu diterapkan di dua kampus LSPR yang ada di Bali. Yaitu di LSPR Renon Jalan Puputan Nomor 140 dan LSPR Gatot Subroto Barat, Jalan Gunung Catur, Denpasar, Bali.
"Karena Bali ini milik kita semua harus kita jaga sama-sama, saya kira Indonesia tanpa Bali mungkin dunia tidak akan melihat kita. Ini yang harus kita jaga bersama-sama dan apa yang dilakukan oleh LSPR ini sesuatu yang baik, yang bagus dan tentu saya sangat mendukung," ucap Wayan Koster, saat menerima kunjungan pihak LSPR Institut di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (19/8/2023).
Program Bali Shanti yang diterapkan oleh LSPR Institut Bali itu akan berfokus pada kampanye budaya untuk tujuan pemahaman kebudayaan, terutama kearifan lokal kepada masyarakat dan juga turis asing.
Hal itu menurut Wayan Koster sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Berencana Menuju Bali Era Baru.
Karena itu dia berharap program Bali Shanti itu akan dapat memberi pengaruh positif sehingga wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Bali memberi akan manfaat positif.
"Yang utama adalah datang ke Bali karena memang cinta Bali dan ada respon terhadap Bali serta ada rasa tanggungjawab menjaga Bali tidak sekadar berwisata."
"Supaya keindahan alam Bali terjaga dengan baik, keunikan budaya Bali terjaga dengan baik interaksi dengan masyarakat Bali terjaga dengan baik sehingga semua mendapat manfaat, memberi kebahagiaan untuk semua," tandasnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: Luncurkan Program Bali Shanti, Wayan Koster: Sejalan Dengan Visi Pembangunan Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?