Suara Denpasar - Pertandingan melawan Jepang di grup D Piala Asia 2023 diprediksi akan menjadi ujian tersulit bagi Timnas Indonesia. Melansir dari Suara, sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia, memiliki skuad yang memiliki nilai pasar yang sangat tinggi dengan total nilai pasar 228,5 juta euro atau sekitar Rp3,8 triliun, Jepang menjadi negara dengan nilai pasar tertinggi di grup D.
Pada Januari 2024 mendatang, Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar di Piala Asia 2023 yang akan digelar di Qatar. Setelah absen sejak edisi 2007, Timnas Garuda akhirnya akan kembali berpartisipasi dalam turnamen paling prestisius di level Asia tersebut.
Timnas Indonesia berhasil meraih tiket ke Piala Asia 2023 sebagai salah satu Runner Up terbaik dari babak kualifikasi. Menghadapi perjalanan panjang, skuad Garuda akhirnya akan berkompetisi di grup D bersama dengan Jepang, Irak, dan rival regional, Vietnam.
Beberapa nama pemain andalan Jepang yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia antara lain Kaoru Mitoma dari Brighton, Daichi Kamada dari Lazio, Junya Ito dari Reims, Takumi Minamino dari Monaco, Takefusa Kubo dari Sociedad, dan Wataru Endo yang kini bergabung dengan Liverpool.
Kaoru Mitoma menjadi pemain paling berharga di tim Jepang dengan nilai pasar sekitar 32 juta euro (Rp533 miliar). Sementara kiper Kosuke Nakamura memiliki nilai pasar termurah dengan 800 ribu euro (Rp13,3 miliar).
Wataru Endo, yang bermain sebagai gelandang bertahan untuk Jepang, dikenal sebagai pemain yang krusial. Meskipun berusia 30 tahun, Endo masih dianggap bugar dan memiliki pengalaman berharga, terutama dalam Piala Dunia 2022 di mana ia membantu Jepang mengalahkan Jerman.
Kepindahan Wataru Endo ke Liverpool telah dikabarkan oleh Fabrizio Romano, seorang jurnalis terkemuka. Jika transfer ini terjadi, pengalaman dan asuhan Jurgen Klopp di Liverpool bisa memberikan dampak positif pada permainannya di Timnas Jepang.
Tantangan menghadapi Jepang di Piala Asia 2023 semakin berat dengan potensi kehadiran Wataru Endo yang semakin diperkuat oleh pengalaman di klub besar seperti Liverpool. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Head to Head Thailand vs Indonesia di Piala AFF U-23: Kemenangan Timnas di SEA Games 2023 Tak Akan Terulang?
-
Bukan karena Dibantu Vietnam, Ini Alasan Shin Tae-yong Ucapkan 'Terima Kasih' Usai Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Semifinal
-
Usai Sapu Bersih Fase Grup, Pelatih Thailand Issara Sritaro Jumawa Bisa Menang Hadapi Timnas Indonesia di Laga Semifinal Piala AFF U-23
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Murah Tapi Gak Murahan! 5 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Rp 200 Ribuan untuk Daily Run
-
7 Sepatu Lari Lokal Terbaik Awal Mei 2026: Harga Bersahabat, Kualitas Nggak Kalah dari Brand Global
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga di Bawah Rp1 Juta, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
Hasil BRI Super League: Persija Jakarta Bawa Pulang 3 Poin dari Jepara
-
Kasus Dokter Myta, Polisi Tunggu Hasil Investigasi Kemenkes untuk Tentukan Langkah Hukum
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi