Suara Denpasar – PSIS Semarang menerima sanksi bertubi-tubi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI imbas terjadinya kerusuhan laga PSIS vs Persib Bandung pekan lalu.
Komdis PSSI menjatuhkan tiga sanksi kepada PSIS Semarang. Sanksi pertama, Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) PSIS Semarang dianggap lalai dan tidak mematuhi Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Panpel PSIS dinilai gagal mengantisipasi kehadiran suporter tim tamu yang kemudian berujung pada keributan antar suporter. Atas pelanggaran itu manajemen PSIS didenda Rp 25 juta.
Sanksi kedua, adanya keributan antar suporter yang terjadi di tribun timur Stadion Jatidiri, Semarang saat laga melawan Persib Bandung. Membuat manajemen PSIS didenda Rp 25 juta dan pengosongan tribun timur untuk laga home berikutnya.
Sanksi ketiga diberikan kepada kiper PSIS, Adi Satryo yang mendapat hukuman berupa tambahan larangan bermain setelah ia sebelumnya bakal absen satu laga karena mendapat hukuman kartu merah.
Tambahan sanksi diberikan Komdis PSSI karena Adi Satryo dianggap melakukan pelanggaran serius dengan menerjang pemain lawan secara brutal.
Adi Satryo dilarang bermain sebanyak dua kali yang artinya jika diakumulasi dengan sanksi kartu merah yang didapat maka eks kiper Persik Kediri itu akan absen selama tiga laga.
Mendapat sanksi yang bertubi-tubi dari Komdis PSSI imbas dari terjadinya kericuhan antar suporter di laga PSIS Semarang vs Persib Bandung. CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menerima sanksi tersebut dengan lapang dada.
Sanksi yang diberikan Komdis PSSI akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen tim dalam penyelenggaraan pertandingan di laga home berikutnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Erick Thohir Lapor ke FIFA, Kantongi Bukti Adanya Mafia Wasit di Piala AFF, Benarkah?
“Pasti kami akan evaluasi menyeluruh mengenai penyelenggaraan pertandingan supaya lebih baik lagi ke depannya dan menciptakan rasa aman dan nyaman di stadion,” ujar Yoyok Sukawi dilansir Suara Denpasar dari laman resmi klub, Kamis (24/8/2023). (*/Rizal)
Berita Terkait
-
Stadion Jatidiri Akan Dipakai Event Ganjar Pranowo, Suporter PSIS Semarang Permasalahkan soal Rumput
-
Beruntung! Persik Kediri Temukan Celah Kelemahan PSIS Semarang untuk Bisa Menang
-
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Striker PSIS Semarang Gali Freitas Diminta Gabung ke Timnas Indonesia Lewat Naturalisasi oleh Netizen
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata