Suara Denpasar – Jelang pertandingan PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (26/8/2023) mendatang, manajemen Bajul Ijo kembali mengingatkan para para Bonek.Melansir dari akun Instagram Persebaya, manajemen mengimbau agar semua Bonek dilarang away dan hadir untuk menyaksikan pertandingan PSS Sleman vs Persebaya tersebut.
“Kepada seluruh Bonek, suporter Persebaya, di manapun berada, dilarang untuk hadir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dalam pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya pada Sabtu (26/8),” tulis dalam akun tersebut.
Namun dalam hal ini, dikatakan bahwa tindakan tersebut memang sudah menjadi kesepakatan dari kedua belah pihak.
Apalagi menurut keduanya, tindakan tersebut perlu dilakukan untuk menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara kedua klub.
Pernyataan ini tampaknya juga turut menuai dukungan dari para Bonek, dengan mengungkapkan kesetujuannya atas keputusan yang telah ditetapkan oleh tim kesayangannya tersebut.
Banyak dari mereka yang menerima aturan tersebut dengan baik, dan berjanji tidak akan hadir dalam laga pada Sabtu tersebut.
Diketahui, aturan terkait dilarangnya Bonek untuk hadir ke Sleman ini tampaknya buntut dari kerusuhan antar suporter bola yang terjadi antara suporter PSIS Semarang dan Persib Bandung pada Minggu (20/8/2023) lalu.
Melansir dari laman yoursay.suara.com, kericuhan ini diduga muncul setelah Bobotoh disebut nekat menyelinap ke dalam kerumunan Panser Biru. Padahal, pihak penyelenggara Liga telah memberi aturan bahwa suporter dilarang hadir di laga tandang.
Hingga akhirnya pada saat Persib Bandung mencetak gol pada menit ke-23, insiden lempar botol air mineral hingga serbuk tepung mulai terjadi.
Baca Juga: Hadapi Dewa United, Bek Persija PD Bawa Tim Kembali ke Jalur Kemenangan
Sempat terhenti sementara waktu, kericuhan ini mulai kembali muncul setelah pertandingan selesai.
Bahkan kericuhan ini juga telah viral di media sosial, yang terlihat beberapa supporter hampir jatuh dari tribun.
Oleh sebab itu, kembali diingatkan untuk para Bonek dan semua suporter Liga 1, dilarang untuk menghadiri laga tandang. (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan