Suara Denpasar - Beredar kabar jika Erick Thohir mengalami kekecewaan terkait ajang piala AFF yang tengah digelar ditambah dengan adanya kekalahan yang diterima oleh timnas Indonesia yang mengundang kekecewaan mendalam.
Bahkan di dalam sebuah berita dijelaskan jika Erick Thohir menaruh dendam pembalasan pada piala Asia. Terutama ketika timnas Indonesia tak pernah menjadi juara pada piala AFF U-23 yang membuat rasa balas dendam tersebut semakin besar.
Kabar ini pertama kali dibagikan oleh akun YouTube PANTAU GARUDA yang dilansir dan dikutip pada Sabtu (26/8/2023).
Video tersebut mempunyai judul narasi "TAK RELA NAMA INDONESIA TERCORENG ! ERICK SIAPKAN PEMBALASAN DI PIALA ASIA."
Lalu apakah benar jika Erick Thohir hendak melancarkan pembalasan ketika di piala Asia?
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri lebih mendalam terkait video tersebut, hingga berakhirnya video tidak ditemukan adanya penjelasan yang menyebutkan Erick Thohir akan melancarkan balas dendam di piala Asia.
Pada narasi yang disuguhkan seolah Erick Thohir memberikan instruksi untuk para pemain timnas Indonesia untuk keluar dari pagelaran piala AFF.
Video yang berdurasi sekitar 7 menit 36 detik ini justru mengulas tentang formasi timnas Indonesia yang dibuat Shin Tae Yong.
Baca Juga: Jadwal Bursa Transfer Paruh Musim Liga 1 2023/2024 Dibuka, Catat Tanggalnya
PENJELASAN:
Narator membacakan informasi lain yang berhubungan dengan perkembangan timnas Indonesia dengan kekuatan pemain yang tidak full, karena timnas Indonesia hampir tidak membawa pemain andalan.
Karena tidak adanya pemain andalan membuat timnas Indonesia kesulitan dalam menjalani ajang Piala AFF.
Erick Thohir juga memberikan catatan untuk klub yang tidak rela melepaskan pemainnya hanya karena ingin menjadi juara di liga BRI.
KESIMPULAN
Tentunya dengan isi video yang tidak sinkron dengan judul narasi terkait Erick Thohir yang akan melancarkan balas dendam di Piala Asia dapat dikatakan jika berita tersebut adalah kabar HOAKS.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Bukan Salah Ernando Ari Gagal Penalti, Shin Tae yong Sudah Tepat Pilih Wonderkid Persebaya Jadi Eksekutor Timnas Indonesia U-23? Ini Alasannya
-
Mengocok Perut! Tingkah Lucu Pemain Thailand Ketika Menerima Secarik Kertas di Piala AFF U-23 Viral, Dibuat Parodi Oleh Warganet
-
Cek Fakta: AFF Sudah Tidak Sehat! Shin Tae Yong Labrak Wasit, karena Terbukti Curang dan Langsung Dipecat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Parfum Aquatic Wangi Apa? Ini 3 Rekomendasi Lokal Terbaik Lengkap dengan Review
-
Aksi Kocak Sang Mantan dan Suami Sah Melawan Penjahat di Film Husbands in Action
-
Begadang Tapi Lapar? Ini Rekomendasi Camilan Sehat Agar Tetap Fokus
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Catatan Positif dan Negatif Lionel Messi saat Argentina Tundukkan Austria di Piala Dunia 2026
-
Apa Itu Marshall dalam Lari dan Berapa Gajinya? Jangan Kaget Kalau Diperingatkan
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU
-
Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film