Suara Denpasar – Polemik pelatih baru Persebaya Surabaya pasca hengkangnya Aji Santoso nampaknya terus berlangsung. Bonek pun merasa tidak sabar lantaran pihak manajemen dinilai lelet dalam menentukan pelatih baru kepala tersebut.
Beberapa Bonek bahkan menyalahkan kinerja manajer Persebaya, Yahya Alkatiri yang dinilai lambat dalam menyelesaikan tugasnya.
"Yahya oh yahya sungguh lelet," tulis @abijaya62
"Aslie sg ruwet iku manajemen e ket biyen iku yahya sek mambu kencur diangkat dadi manager," tulis @its.adiwah
"Yahya gitu lho," tulis @alexandriaholili
"Yahya sek nunggu Guardiola dipecat city," tulis @namriez86
Diketahui, saat ini Persebaya masih belum memiliki pelatih kepala sejak 6 Agustus 2023.Skuad Bajul Ijo itu dipimpin oleh Uston Nawawi yang menjabat sebagai pelatih interim.
Adapun jika sesuai regulasi manajemen Persebaya harus mendaftarkan pelatih anyarnya setelah 30 hari melepas pelatih kepala lama.
Dengan demikian, Persebaya harus memiliki pelatih kepala baru sebelum 6 September mendatang. Apabila hal itu tidak terpenuhi maka mereka akan dikenakan denda Rp100 juta.
Sebelumnya, Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, menyebut pihaknya telah berkirim surat ke PT Liga Indonesia Baru (LIB).
"Kami akan meminta kebijaksanaan kepada PT LIB agar Persebaya bisa diberi dispensasi," kata Yahya.
Yahya meminta agar deadline 30 hari bisa diperpanjang. Sebab, pihaknya tetap ingin mendaftarkan Uston Nawawi sebagai pelatih kepala baru. Masalahnya, Uston saat ini belum mengantongi lisensi AFC Pro, lebih tepatnya baru memiliki lisensi AFC A.
Pelatih 45 tahun itu belum menjalani dua modul terakhir kursus AFC Pro. Yahya berdalih jika molornya kursus lisensi Uston bukan karena kesalahan klub.
"Ini karena kesalahan dari federasi yang mengurus soal lisensi. Coba ditanya kapan modul keenam coach Uston itu dimulai?" imbuh Yahya Alkatiri. Kabar sejumlah pelatih menjalani kursus lisensi kepelatihan AFC Pro sebenarnya tertuang di situs resmi PSSI. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Jelang Tugas Akhir Uston Nawawi, Calon Pelatih Baru Persebaya Ikut Pantau Bajul Ijo dari Tribun?
-
Tak Masuk Skuad Persib Bandung, David Da Silva Kode Gabung Persebaya Surabaya? Bonek Minta Tukar dengan Paulo Victor
-
Bonek Minta Persebaya Surabaya tak Lepas Song Ui-young ke Timnas Singapura di FIFA Matchday, Tim Bajul Ijo Kabulkan?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN