/
Sabtu, 16 September 2023 | 18:05 WIB
Waduh! Pengacara Pasangan Prewed Bromo Salahkan Pihak TNBTS: Kesalahan Mutlak Bukan Terjadi Pada Klien Kami

Suara Denpasar - Keindahan gunung Bromo harus lenyap dalam seketika karena dilahap api akibat dari pengunjung yang tidak bijak.

Awalnya, kebakaran terjadi akibat percikan api pada flare atau suar yang digunakan oleh 5 orang pengunjung untuk melakukan pemotretan prewedding pada Rabu 6 September 2023 sekitar pukul 11.30 WIB.

Akibatnya, padang savana seluas 50 hektare di Bukit Teletubbies di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) gosong terbakar api. 

Atas insiden tersebut, Hendra Purnama, calon pengantin laki-laki, didampingi kuasa hukumnya mendatangi masyarakat Suku Tengger untuk meminta maaf pada Jumat, (15/9/2023). Katanya kejadian itu sama sekali bukan suatu kesengajaan. 

"Permohonan maaf ini kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Suku Tengger, kepada tokoh adat Tengger dan seluruh pemerintah, mulai dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden, Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten," kata Hendra dikutip dari unggahan video Instagram Halo Denpasar.

Namun begitu, kuasa hukum kedua calon pengantin tersebut yakni Mustadji mengatakan dia akan menuntut balik pihak Taman Bromo Tengger Semeru (TNBTS) karena tidak melakukan pengawalan kepada pengunjung.

Mustadji menilai, kebakaran yang terjadi di gunung Bromo itu bukan kesalahan kliennya. Melainkan karena pihak TNBTS yang lengah. 

“Kesalahan mutlak bukan terjadi pada klien kami, itu ada kelemahan dari TNBTS seharusnya ada aturan atau himbau dan pengawalan kepada pengunjung,” kata Mustadji 

Menurutnya, pihak TNBTS harusnya memberitahu atau melakukan pengawaln terhadap setiap pengunjung TNBTS. Agar tidak melakukan aktivitas di luar dugaan.

Baca Juga: CEK FAKTA: Foto Prewedding Arya Saloka dan Amanda Manopo Serba Ungu Bocor ke Publik

Karena itu, Mustadji mengatakan, dia akan menuntut balik pengelola TNBTS karena telah membiarkan kliennya itu melakukan pemotretan prewedding menggunakan flare atau suar. 

Kata dia, kliennya itu tidak tahu soal bahaya menggunakan flare atau suar di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut. 

"Tidak tahu, sama sekali tidak tahu sehingga kami juga akan mengambil langkah hukum nanti," ucapnya. (*/Ana AP)

Load More