Suara Denpasar - Pemain PSIS Semarang Seharga 6,08 Miliar diminta keluar dari Tim Laskar Mahesa Jenar oleh Panser Biru usai takluk dari Persis Solo.
Pemain PSIS Semarang Seharga 6,08 Miliar yang diminta keluar oleh Panser Biru adalah Taisei Marukawa.
Taisei Marukawa diminta keluar dari PSIS Semarang bukan karena penampilannya yang buruk, melainkan punggawa asing Tim Laskar Mahesa Jenar, Gali Freitas.
Panser biru menilai bahwa seluruh pemain PSIS Semarang terlalu mengistimewakan permainan Gali Freitas, sehingga menghambat potensi Taisei Marukawa untuk berkontribusi di klub asal Jawa Tengah tersebut.
Padahal, permainan Gali Freitas di PSIS Semarang dianggap terlalu mendelay sehingga peluang Tim Laskar Mahesa Jenar selalu Terpatahkan oleh lawan.
"Marukawa musim depan pindah saja ke klub lain yang pemainnya mau memberi umpan padamu, semua pemain PSIS terlalu mengistimewakan Gali, padahal Gali terlalu sering mendelay bola (pergerakannya sudah terbaca)," tulis akun @tom_ugr dikutip dari laman komentar Instagram PSIS Semarang.
Komentar tersebut lantas mendapatkan dukungan dari Panser Biru lainnya, pergerakan membuka ruang Taisei Marukawa di PSIS Semarang seperti sia-sia.
"Padahal dari sisi Marukawa selalu kosong, gak hanya pertandingan ini (kontra Persis Solo), hampir di setiap match dia banyak space untuk diberi umpan," tulis akun @knocktee.
Sebagai informasi, PSIS Semarang harus takluk dari Persis Solo di stadion Manahan dengan skor akhir 2-0.(*/Ana AP)
Baca Juga: Bali United Kalah dari PSIS dan RANS, Coach Teco Resmi Angka Kaki dari Stadion Kapten I Wayan Dipta
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan