Suara Denpasar - Persebaya Surabaya merupakan klub yang protes terkait kebijakan pemerintah yang mengharuskan stadion mereka tidak digunakan sampai Piala Dunia U-17 selesai.
Klub yang dikenal dengan lambang hiu dan buaya itu menyampaikan protes terkait kebijakan pemerintah tersebut.
Berdasarkan informasi dari pihak Persrbaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dilarang dipakai sampai Piala Dunia U-17 selesai.
Larangan itu disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui surat pada 15 September 2023 lalu.
Pihak Persebaya mengabarkan bahwa alasan pelarangan digunakannya GBT adalah adanya kegiatan renovasi untuk Piala Dunia U-17, namun pihaknya menyindir kebijakan tersebut.
"Renovasi apa? Tidak jelas!" dikutip Suara Denpasar dari website resmi Persebaya Surabaya pada Rabu, (20/9/2023).
Pihaknya mempertanyakan surat yang didapatnya, mereka menilai isi suratnya tidak jelas.
"Kapan mulai renovasinya pun juga tidak tertera di surat, aneh!" lanjutnya.
Selain itu, pihak Persebaya juga seolah iri dengan Persis Solo, mereka membandingkan nasibnya dengan klub tersebut.
Mereka mempertanyakan kenapa pada 16 September Persis Solo masih diijinkan memakai Stadion Manahan Solo, padahal sama-sama dipersiapkan untuk Piala Dunia.
"Padahal, Persis Solo masih bisa menjamu PSIS Semarang di Stadion Manahan pada 16 September," ungkap pihaknya.
Pernyataan itu sempat disampaikan pihak Persebaya pada 18 September 2023 kemarin dan masih tertulis di situs resminya.
Setelah melayangkan protes tersebut, akhirnya Persebaya Surabaya mendapatkan izin untuk menggunakan stadion GBT.
Sebagai informasi, klub kebanggaan Surabaya itu akan menghadapi Arema FC di stadion GBT pada Sabtu, 23 September 2023 mendatang. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP