Suara Denpasar – PT Liga Indonesia Baru (LIB) putuskan untuk menggeser jadwal pertandingan Deltras Sidoarjo vs Gresik United, yang direncanakan dilaksanakan pada Sabtu, 23 September 2023.
Pergeseran ini hanya berselang waktu satu hari saja, sehingga pertandingan antara Deltras Sidoarjo vs Gresik United akan terlaksana pada Minggu, 24 September 2023.
Dilansir dari laman Antara, pergeseran jadwal Deltras Sidoarjo vs Gresik United ini memang sudah berdasarkan Circular Penyesuaian Jadwal Kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2023/2024 nomor 592/LIB-KOM/IX/2023.
Bahkan surat ini juga telah dikeluarkan semenjak 11 September 2023 lalu. Amir Burhanuddin, CEO Deltras Sidoarjo tampaknya juga merasa tidak keberatan dengan penundaan tersebut.
Bahkan menurutnya, hal ini akan menguntungkan bagi panitia pelaksana, agar dapat lebih matang dalam mempersiapkan agenda.
Apalagi menurut Amir Burhanuddin, laga ini memang menjadi pertandingan pertama bagi Deltras Sidoarjo sebagai tuan rumah di kompetisi Liga 2 Indonesia grup 3 pada musim ini.
“Jadwal bergeser ini lumrah hanya satu hari dari jadwal aslinya, dan ini menguntungkan juga bagi kami karena ada jeda waktu mempersiapkan laga home,” ungkapnya.
Menyikapi perubahan jadwal ini pun, diketahui mendapatkan banyak dukungan dari warganet.
Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang memuji pihak manajemen, karena bisa memahami kondisi dari suporter.
Baca Juga: Aji Santoso Kepergok Masih Pakai Atribut Persebaya Saat Latih Persikabo 1973, Gagal Move On?
“Sabtu mbonek sek, minggu e Deltras,” tulis akun @abdanfebriansyah.
“Ngerti ae manajemen e nak sabtu arek-arek budal mbonek,” tulis akun @sahrul_cegluk17
“Sabtu mbonek sek, minggu away delok gu. Ku menang,” tulis akun@dito_pranata87.
Diketahui juga sebelumnya bahwa pada Sabtu, 23 September 2023 mendatang memang direncanakan pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo atau GBT.
Meskipun begitu, memang tidak diketahui secara pasti apakah alasan pergeseran jadwal ini dilakukan karena bentroknya pertandingan antara Persebaya Surabaya vs Arema FC dengan Deltras Sidoarjo vs Gresik United atau tidak. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Laga Lawan Arema FC jadi yang Terakhir, Persebaya Tak Bisa Lagi Tanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Cari Venue Alternatif
-
Arema FC Sudah tak Asing Lagi di Mata Pelatih Persebaya Surabaya, Josep Gombau Targetkan Kemenangan di Derby Jatim
-
Ketum PSSI Erick Thohir Video Call dengan Menteri PUPR, Persebaya Surabaya Batal Ngungsi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Transformasi Ekonomi Rakyat, BRI Bawa Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi