Suara Denpasar – Pelatih asal Malaysia, Irfan Bakti Salim meremehkan kekuatan Timnas Indonesia dengan menyebut skuad Garuda bukan lagi lawan sepadan bagi Timnas Malaysia.
Irfan merasa pede dengan kekuatan Timnas Malaysia saat ini dan merujuk pada posisi kedua tim di ranking FIFA.
Seperti diketahui setelah FIFA Matchday beberapa waktu lalu, posisi Malaysia naik ke posisi ke-134. Sebelumnya mereka berada di posisi ke-136.
Sedangkan Timnas Indonesia berada di posisi ke-147 setelah sebelumnya menempati posisi ke-150.
Irfan pun merasa tak kaget dengan perkembangan Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong.
Ia justru menyebut Malaysia harus naik level dengan menghadapi tim-tim kuat di ajang FIFA Matchday.
“Tim Nasional Malaysia tidak dapat lagi melihat ke belakang. Kami tidak bisa bermain melawan tim seperti Guam, Maladewa, Bangladesh, dan Bhutan,” kata Irfan Bakti dilansir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Minggu (24/9/2023).
“Kami kemudian harus menghadapi lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi agar dapat meningkatkan performa tim,” sambungnya.
“Saya rasa pelatih telah menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat mempertahankan momentum ini,” tegas Irfan.
Irfan meyakini jika anak asuh Kim Pan-gon berhadapan dengan tim-tim yang lebih kuat. Permainan tim berjuluk Harimau Malaya akan semakin berkembang.
Kenaikan posisi Malaysia di ranking FIFA cukup signifikan setelah mereka mampu menahan imbang tim kuat Asia, Suriah dan Tiongkok pada FIFA Matchday September 2023 lalu. (*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M