Suara Denpasar – Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll merasa kecewa setelah timnya gagal mengamankan poin penuh saat melawan Bali United pada laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2023-2024 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi hari Minggu (24/9/2023).
Thomas Doll menyinggung siasat Bali United yang mengulur-ulur waktu dengan banyaknya pemain yang tergeletak di tengah pertandingan karena alasan cedera yang disebut Thomas Doll sebagai taktik rebahan.
Laga Persija vs Bali United berakhir dengan skor imbang 1-1 meski dari segi jumlah pemain tim berjuluk Macan Kemayoran lebih unggul karena lawan harus bermain dengan 10 orang pemain sejak Haudi Abdillah diganjar kartu kuning kedua di pertengahan babak kedua.
Melihat taktik ‘rebahan’ ala Bali United, Thomas Doll melayangkan kritik terhadap taktik lawannya itu yang dianggap merusak pertandingan.
Tak hanya mengkritik lawan, juru taktik asal Jerman itu juga merasa wasit kurang bijak karena hanya memberikan injury time selama lima menit meski pertandingan banyak terhenti karena para asuhan Stefano Cugurra itu tergeletak di tengah laga.
“Lagi-lagi pemain Bali United rebahan dan itu sangat merusak permainan. Wasit juga hanya memberikan waktu tambahan selama lima menit,” keluh Thomas Doll dilansir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Senin (25/9/2023).
“Saya tidak mengerti, padahal mereka (Bali United) banyak tidur (tergeletak),” lanjut eks juru taktik klub Jerman, Borussia Dortmund itu.
“Kecewa dengan wasit. Tapi saya bangga kami unggul ball posesion. Sayang kurang di penyelesaian akhir,” pungkas Thomas Doll. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Jelang Kontra Persija Jakarta, Suporter Persis Solo Minta Manfaatkan Kekurangan Ini pada Tim Macan Kemayoran
-
Thomas Doll Soroti Kinerja Wasit Usai Ditahan Imbang Bali United, Persija Jakarta Tak Mampu Manfaatkan ini
-
Gagal Tumbangkan Bali United di Kandang, Jakmania Minta Persija Jakarta Rekrut Gelandang Persebaya dan Kembalikan Striker Asing Senilai Rp6,08 Miliar
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
-
Anime Horor Yamishibai Season 17 Mulai Tayang Juli, Usung Tema "Keputusan"
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga