Suara Denpasar – Pelatih Arema FC, Fernando Valente membeberkan penyakit yang ada di timnya setelah menuai hasil mengecewakan di laga Derby Jatim melawan Persebaya Surabaya beberapa hari lalu.
Seperti diketahui Arema FC harus menelan pil pahit usai takluk 1-3 dari lawatan mereka ke markas Persebaya.
Fernando Valente menilai rapuhnya barisan lini pertahanan Arema FC menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jelang laga berikutnya melawan PSS Sleman.
“Kami punya sejumlah masalah sepekan ini. Kami harus melakukan sejumlah perubahan karena banyak pemain cedera,” ucap pelatih asal Portugal itu dilansir Suara Denpasar dari Instagram @quotesarema, Senin (25/9/2023).
“Kami juga punya masalah dengan pengalaman. Ada dua pemain muda di posisi pertahanan. Mereka bikin kesalahan,” sambung Fernando Valente.
Menurutnya lini pertahanan tim berjuluk Singo Edan itu menjadi lini yang paling mendapat perhatiannya untuk segera dilakukan perbaikan.
Fernando Valente juga menyoroti lemahnya pemain Arema FC dalam mengantisipasi situasi set pieces.
“Ini adalah bagian dari proses. Kami enggak bisa bikin organisasi permainan yang rapat. Kami kemasukan gol dari proses bola mati,” beber ayah gelandang Persebaya, Ze Valente itu.
“Ini artinya kami bikin kesalahan. Gol lain juga dari bola mati, ini artinya kami ada masalah,” beber Fernando Valente.
Baca Juga: Menangi Derby Jatim Melawan Arema FC, Pelatih Persebaya Merasa Puas Karena Hal Ini
Pihaknya pun akan mencari solusi perbaikan dari penampilan lini pertahanan Arema FC yang jauh dari kata memuaskan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Kalah di Derby Jatim Kontra Persebaya, Pemain Rp 3,91 Miliar Milik Arema FC Petik Pengalaman Berharga
-
Imbas Takluk dari Persebaya Surabaya, Pemain Arema FC Jebolan Fulham Diminta Out
-
Sebut Bonek Sebagai Contoh, Pelatih Arema FC Fernando Valente Senang Ada Perkembangan Bagus Soal Rivalitas Sehat Usai Derby Jatim
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?