Suara Denpasar - Cahyo Nugroho selaku kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi.
Melansir dari Antaranews.com Cahyo Nugroho menyebut potensi gelombang tinggi akan terjadi pada 29 September hingga 1 Oktober 2023.
Potensi gelombang tinggi ini patut diwaspadai karena dapat membahayakan masyarakat umum, wisatawan, dan nelayan.
Potensi gelombang tinggi diperkirakan akan mengepung Bali dan melumpuhkan banyak aktivitas. Pasalnya gelombang tinggi tidak hanya diprediksi berpotensi terjadi di Selat Badung, namun juga di beberapa peraian Bali lainnya.
BBMKG mengungkap potensi ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 meter di Selat Badung, kawasan Pelabuhan Benoa (Denpasar), Selat Bali bagian selatan, dan Selat Lombok bagian selatan.
Tidak hanya itu, peraiaran selatan Bali diperkirakan memiliki ketinggian gelombang laut hingga 4 meter.
Kecepatan angin diprediksi akan mencapai lebih dari 15 knot atau 27 kilometer per jam.
Adanya potensi gelombang tinggi di Selat Badung perlu menjadi perhatian lantaran selat ini dikenal selalu ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat.
Selat Badung adalah jalur nelayan melaut, wisata bahari, juga jalur penyeberangan dari Bali menuju Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, serta jalur pelayaran dari Pelabuhan Benoa Denpasar menuju sejumlah destinasi di Indonesia bagian timur.
Baca Juga: Waspada, BMKG Perkirakan 24 Pantai di Bali Terancam Banjir Rob
Selain itu Selat Badung juga berbatasan dengan perairan Nusa Dua yang dikenal dengan wisata olahraga air seperti berenang hingga snorkeling.
Nusa Dua yang berbatasan langsung dengan Selat Badung dengan potensi gelombang tinggi kemungkinan juga berimbas pada pertanian rumput laut di tempat ini.
Sementara itu Selat Bali dan Selat Lombok juga memegang peranan sangat penting untuk aktivitas masyarakat di pulau Bali.
Pasalanya kedua selat ini menjadi penghubung utama Bali. Selat Bali adalah jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa dan Selat Lombok menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Lombok.
"Masyarakat umum, nelayan, dan pelaku wisata bahari waspadai potensi gelombang tinggi," kata Cahyo Nugroho kepala BBMKG Wilayah III Denpasar pada Kamis (28/9/2023).(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Tren Fashion Polkadot Comeback! Motif Retro Kembali Digandrungi Gen Z dan Ibu Muda
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian