Suara Denpasar - Di bawah era kepelatihan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia semakin identik diperkuat dengan pemain-pemain naturalisasi.
Adanya pemain-pemain naturalisasi cukup memberi dampak positif bagi kemajuan Timnas Indonesia.
Meski belum berujung dengan raihan trofi juara, tetapi setidaknya pencapaian Timnas Indonesia lebih baik setelah adanya suntikan dari pemain-pemain naturalisasi.
Kabar terbaru bahkan pelatih Shin Tae-yong masih ingin menambah pemain naturalisasi sebagai amunisi tambahan bagi Tim Garuda.
Akan tetapi, formula menaturalisasi pemain-pemain keturunan tidak seluruhnya berhasil.
Ada pula beberapa pemain yang pernah dinaturalisasi Timnas, tetapui tampil jauh dari yang diharapkan saat berseragam merah putih.
Melansir dari Bolatimes, berikut adalah 5 pemain keturunan yang pernah dinaturalisasi Timnas Indonesia tetapi gagal menunjukkan performa terbaiknya.
1. Sergio Van Dijk
Sergio Van Dijk dinaturalisasi pada 2014 karena penampilannya yang menawan di Eropa.
Setahun kemudian, mantan pemain Persib Bandung itu bermain untuk timnas Indonesia di pra Piala Asia 2015, dan performanya sangat menurun.
Sang bomber hanya mampu mencetak satu gol dari enam laga yang sudah dijalani, setelah jasanya jarang dipakai Sergio Van Dijk kemudian disebut pulang ke Belanda.
2. Bio Paulin
Eks pemain Persipura Jayapura ini masuk dalam program naturalisasi Timnas Indonesia di tahun 2015.
Awalnya, kehadiran pemain asal Kamerun ini diharap mampu menjadi solusi lini pertahanan tim nasional.
Namun, ekspektasi itu justru berlebihan lantaran Bio Paulin gagal menampilkan performa terbaiknya dan cenderung bermain buruk, padahal ia merupakan palang pintu yang terkenal solid saat membela Persipura.
3. Ruben Wuarbanaran
Pemain keturunan satu ini dinaturalisasi bersamaan dengan Diego Michiels di era SEA Games 2011.
Sayangnya, kualitas Ruben Wuarbanaran ternyata di bawah pemain lain setelah gagal menembus skuat utama Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ryamizard Ryacudu Wafat, Rumah Duka Cikeas Dipadati Tokoh Militer dan Pejabat Negara
-
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Putra Palembang yang Menembus Puncak TNI
-
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Ada Long Weekend di Awal Bulan, Waktunya Healing!
-
Karhutla Riau: Pasir Limau Kapas Padam, Rantau Bais, Sokoi dan Kandis Masih Membara
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend