Suara Denpasar - Bali United akan bertanding melawan Terengganu FC pada Rabu (4/20/2023) dalam laga AFC Cup 2023.
Bali United pun memberikan pesan kepada supporter, khususnya yang akan menyaksikan pertandingan langsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.
Sebelumnya, Bali United memang pernah mendapatkan hukuman dari AFC karena perilaku supporter yang menyalakan flare, kembang api dan bom asap.
Tindakan supporter yang rusuh tersebut dianggap salah dan pelanggaran berat oleh AFC, sehingga membuat Bali United harus mendapatkan sanksi dan denda.
Tim Serdadu Tridatu bahkan harus mendapat hukuman denda sebesar USD 30.000 atau senilai Rp 460 juta.
Selain itu Bali United juga mendapat hukuman untuk mengosongkan 75% kapasitas stadion lada laga AFC sampai saat ini.
"Laga home Bali United vs Terengganu FC hari Rabu (4/10/ 2023) mendatang harus menjalankan kewajiban hukuman dari AFC akibat dampak pelanggaran yang dilakukan musim lalu" tulis pernyataan resmi Bali United dikutip dari suarabali.id.
Manajemen Bali United berharap supporter bisa tertib dan mentaati peraturan dengan baik saat menyaksikan pertandingan melawan Terengganu FC.
Karena jika sampai terjadi pelanggaran lagi kemungkinan Bali United akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari sebelumnya.
"Oleh karena itu, mari mendukung dengan positif yang tidak merugikan klub agar menunjang perjalanan prestasi yang semakin gemilang di kompetisi domestik maupun internasional" lanjutnya.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA