Suara Denpasar – Kasus Jessica Wongso terkait kopi sianida saat ini kembali menjadi perhatian warganet, hingga akhirnya sang pengacara, Otto Hasibuan angkat suara terkait kondisi kliennya tersebut.
Nama Jessica Wongso saat ini kembali menjadi perhatian, usai kasus sianida yang kembali mencuat di tengah masyarakat.
Sehingga dengan hal tersebut, tidak sedikit dari warganet yang penasaran, dengan kondisi dari Jessica Wongso saat ini, terutama usai muncul pro dan kontra terkait dirinya yang disebut tidak bersalah.
Dikutip dari unggahan di akun YouTube Intens Investigasi, Otto Hasibuan menerangkan bahwa Jessica Wongso saat ini tengah berusaha untuk menghilangkan perasaan sedih akan peristiwa yang dialami.
Bahkan menurut Otto Hasibuan, beberapa hal telah berhasil dilupakan oleh teman dari Mirna tersebut, agar dirinya lebih tenang.
“Dia memang berupaya untuk menghilangkan semua kesedihan, peristiwa-peristiwa lama itu, dia berusaha bagaimana mematikan ingatan peristiwa itu,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kliennya tersebut sengaja melakukan tindakan tersebut, agar tidak berdampak buruk untuk tubuhnya sendiri.
Tak hanya itu, Otto Hasibuan juga menerangkan bahwa saat ini, Jessica Wongso tidaklah kurus seperti yang diberitakan.
Melainkan dirinya masih sama seperti biasa.
Baca Juga: Jelang Divaldo Alves Bertemu Eks Skuadnya di Persik Kediri, Pemain Persita Tangerang Ada yang Absen
“Biasa sih, biasa aja,” ungkapnya.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara inipun menerangkan bahwa Jessica Wongso merupakan seseorang yang memiliki tipe yang manja, namun tidak ingin membawa orang lain menjadi susah akibat dirinya.
Sehingga hal inilah yang membuatnya terlihat tidak pernah menangis terutama saat berada di depan sang ibu.
Namun ia hanya akan menangis disaat sendiri, atau setelah orang tuanya pulang usai menjenguknya.(*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026