Suara Denpasar - Viral bendera Palestina dilarang di Stadion GBLA, seorang petugas tiba-tiba mencabutnya, padahal bobotoh telah memasangnya di tiang-tiang tribun.
Momen itu direkam oleh salah seorang suporter atau bobotoh yang hadir di stadion tersebut, ia mereka kawannya yang marah.
Dalam video itu kawannya terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam, duduk di tengah-tengah bobotoh yang mengenakan pakaian biru dan hitam.
Tiba-tiba salah seorang petugas datang dan mencabut bendera Palestina yang terpasang di tiang-tiang tribun stadion.
Bobotoh yang melihat kejadian itu merasa bingung, bahkan satu orang mengenakan jaket terlihat berjalan ke depan dan memprotes, "Palestina!," ucapnya dengan gestur kebingungan mengapa harus dicabut.
Seorang pria mengenakan pakaian hitam menyampaikan protes keras, "Kenapa dicabut? Suruh siapa dicabut? Palestina bro!," ucapnya berulang kali dengan bahasa sunda.
Hingga akhirnya petugas yang mencabut bendera Palestina menghampirinya, ia memberi penjelasan bahwa dirinya hanya bertugas alias disuruh saja, tanpa tahu apa alasannya.
Video itu disebarkan oleh akun instagram @in_formania sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Senin, (30/10/2023).
Sebagaimana diketahui, konflik Palestina Israel kian memanas semenjak kelompok bersenjata Hamas melakukan penyerangan pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Eks Persija Jakarta Ikuti Trial di PSIS Semarang Yoyok Sukawi Siap Tampung?
Aksi solidaritas dalam membela Palestina kerap disuarakan dimana-mana, termasuk di stadion GBLA, namun masih belum diketahui apa alasan dilarangnya bendera itu.
Seorang warganet berasumsi bahwa alasan dicabutnya bendera itu adalah karena sepakbola tidak boleh dicampuri urusan politik.
"Olahraga tidak boleh melibatkan politik," tulis akun @bolo_dolann dalam kolom komentar.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung