- SK Pengesahan DSI terbit 19 Mei 2026 dengan status awal sebagai Swasta Nasional.
- CEO BPI Danantara memastikan status perusahaan akan segera diubah menjadi BUMN.
- Mulai Juni 2026, sistem pelaporan digital wajib digunakan untuk kelola ekspor SDA.
Suara.com - Tengah beredar salinan dokumen Pengesahan Pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan Nomor SK Pengesahan: AHU-0039765.AH.01.01.Tahun 2026. Berdasarkan data otentik tertanggal 19 Mei 2026 tersebut, jenis perseroan saat ini masih terdaftar dengan status Swasta Nasional (Tertutup) dengan jangka waktu tidak terbatas, yang disahkan melalui Notaris Jose Dima Satria, SH., M.Kn., di Jakarta Selatan.
Meski dalam dokumen awal berstatus swasta, pemerintah menegaskan bahwa badan ini dibentuk secara khusus sebagai BUMN pengawas tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, memberikan kepastian hukum bahwa status DSI akan segera bertransformasi secara resmi.
"Ini segera akan menjadi BUMN dan pada dasarnya memang ini kan fase awal," ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Sebagai lembaga pengelola seluruh transaksi ekspor, Danantara Sumberdaya Indonesia akan menerapkan sistem pelaporan tahap awal mulai Juni mendatang. Selanjutnya, dalam waktu tiga bulan berjalan, seluruh transaksi ekspor wajib dialihkan melalui platform digital terintegrasi yang disiapkan Danantara. Rosan memastikan pihaknya membuka ruang komunikasi dan masukan secara terbuka dengan Kadin, APINDO, serta asosiasi usaha terkait demi kelancaran masa transisi ini.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan bahwa pembentukan institusi ini didasari oleh kajian matang lintas kementerian yang memakan waktu lebih dari satu tahun. Langkah penataan ini dinilai sangat mendesak demi menyelaraskan validitas data perdagangan, mengingat kontribusi ekspor komoditas SDA sangat dominan mencapai 60 persen dari total ekspor nasional.
Adapun tiga komoditas dengan andil tertinggi dipimpin oleh batu bara sebesar 8,65 persen, diikuti CPO 8,63 persen, dan ferro alloy 5,82 persen.
Airlangga menambahkan, perbedaan pencatatan antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor selama ini sangat memengaruhi stabilitas penerimaan devisa dan nilai tukar. Melalui sistem satu pintu Danantara Sumberdaya Indonesia, pemerintah optimis akurasi data serta pengawasan tata kelola komoditas strategis nasional dapat berjalan jauh lebih akurat dan akuntabel.
Baca Juga: Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh
-
Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram