Suara Denpasar - Tommy Welly atau lebih sering dipanggil dengan nama Bung Towel, mempertanyakan pemilihan pemain Timnas Indonesia yang dipilih oleh pelatih kepala Shin Tae Yong.
Menurut Bung Towel ada hal yang perlu ditanyakan ke Shin Tae Yong terkait pemanggilan beberapa nama pemain ke Timnas Indonesia.
Bukan tanpa landasan mengapa Bung Towel mengkritisi cara Shin Tae Yong memilih pemain Timnas Indonesia.
Karena ada dua nama yang menurut Bung Towel sedang mengalami penurunan performa, tapi tetap dipanggil ke Timnas.
Sedangkan ada segelintir pemain yang sedang menunjukkan kualitas terbaiknya di Liga, malah tidak dipanggil.
Hal ini membuat Pria yang pernah bekerja sebagai Jurnalis Sepak bola begitu bingung saat Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman masih dipanggil, seperti dilansir dari kanal YouTube Sports 77 Official, Selasa, (7/11/2023).
"Poin saya adalah setiap pelatih punya dasar dalam memanggil nama. Kan teorinya lihat dari performa, kompetisi," jelas Bung Towel.
Sementara Stefano Lilipaly yang menurut Bung Towel sedang tampil ciamik bersama timnya, malah tidak dipanggil.
"Why Shin Tae Yong masih panggil Witan dan Egy, dalam beberapa penampilan Timnas terakhir mandek lah, engga usah bilang menurun," tuturnya.
Baca Juga: Bek Pencetak Gol Ini Dikabarkan Jadi Calon Pemain Persib Bandung, Sudah 75 Persen Peluang Transfer
"Di Borneo Lilipaly 6 gol 8 assist, Malik Risaldi(Madura United) 4 gol 2 assist, bahkan di Sleman ada nama Ricky Cawor," imbuhnya.
Sebagai informasi sesuai dari data Transfermarkt, Stefano Lilipaly merupakan pemain jebolan dari Akademi FC Utrecht, ia bermain di Jong Utrecht pada musim 2009/2010.
Jadi keputusan Shin Tae Yong dalam menyiapkan skuad Timnas dengan memanggil nama yang secara statistik menurun, jadi sebuah pertanyaan.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Pemain Naturalisasi 14 Gol Diincar Johor Darul Takzim, Netizen Klaim Klub Malaysia Ingin Melemahkan Timnas Indonesia
-
Dikabarkan Cedera, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Unjuk Gigi di Liga Pro Belgia, Amunisi Shin Tae Yong Kontra Irak?
-
Shin Tae Yong Jadi Sorotan Media Korea Selatan, Ungkap Alasan Gencar Lakukan Naturalisasi Pemain
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru