Suara Denpasar - Ditengah guyuran hujan, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta beserta jajarannya meresmikan empat buah ruas jalan di Bangli pada senin (4/12/2023).
Melansir dari laman instagram Pemkab Bangli @banglikab, 4 ruas jalan yang diresmikan oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta antara lain, Jembatan Jalan Melati -Jalan Bau, Perempatan Br. Manuk, Susut, Bangli. Pertigaan Desa Belancan, Kintamani, Bangli. Pertigaan Desa Landih, Bangli. Terakhir peresmian di Jalan Sirkuit Landih Tahap Dua.
Peresmian jalan yang akan menghubungkan antar kabupaten dan kecamatan itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Sang Nyoman Sedana Arta, yang juga disaksikan oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua DPRD Kabupaten Bangli I Ketut Suastika serta seluruh Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Bangli.
Dilansir dari Antaranews.com, peresmian jalan ini secara umum diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan ke masyarakat Bangli. Baik menjaga optimalisasi pelayanan lalu lintas dan mendukung perekonomian lokal.
Serta secara khusus, meningkatkan akses pelayanan pariwisata Kintamani, serta lanjutan pembangunan penunjang sarana olahraga rekreasi sirkuit Drag Race Landih, yang nantinya juga diharapkan dapat berfungsi untuk event Road Race Bangli.
Adapun penanganan Long Segment Jalan Kintamani-Belancan menelan biaya sebesar Rp3,6 miliar. Peludu-Belancan dengan biaya Rp2,2 miliar. Kemudian Jalan Tanggahan-Serokadan menelan biaya Rp5,8 miliar, dan pengerasan Jalan Serokadan-Bangun Lemah, dan Jalan Melati Rp1,1 miliar.
Rekonstruksi Jalan Pengotan-Landih dengan biaya Rp1,3 miliar. Serta lanjutan pembangunan penunjang sirkuit Drag Race Landih menelan biaya Rp1,8 miliar.
Lebih jelas, Kepala Dinas PUPR Bangli Widnyana Maya yang juga turut hadir dalam acara peresmian itu, mengatakan bahwa peresmian jalan tersebut merupakan jalan penghubung kabupaten dan kecamatan, kabupaten dengan pusat kegiatan masyarakat lokal, dan penghubung jalan antarkecamatan.
Sementara itu, Bupati Bangli juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk turut andil dalam menjaga dan memelihara jalan tersebut, agar nantinya bisa benar-benar digunakan sebagai sarana penujang kegiatan masyarakat, juga kemajuan pariwisata daerah.
"Pada tahun ini, kita patut bersyukur karena dengan peresmian ruas jalan ini dapat memudahkan masyarakat dalam perjalanan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tolong masyarakat agar ikut memelihara dan merawat jalan tersebut," kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI