Suara Denpasar - Tahun lalu OpenAI memimpin industri AI setelah meluncurkan ChatGPT. Kini Google yang merupakan perusahaan yang menciptakan sebagian besar teknologi dasar di balik perkembangan AI sekarang ini siap melawan balik dan mengambil alih.
Baru-baru ini Google meluncurkan Gemini AI yang diklaim lebih baik dari pesaing terdekat mereka, ChatGPT.
Melansir blog dari Google, Demis Hassabis, CEO dan Salah Satu Pendiri Google DeepMind, mewakili timnya untuk memperkenalkan, apa itu Gemini AI?
Gemini AI disebut hasil upaya kolaboratif berskala besar yang dilakukan tim di seluruh Google, termasuk kolega mereka di Google Research.
Teknologi ini dibangun dari awal sebagai satu model AI yang multisensor. Yang artinya Gemini AI mampu memahami pertanyaan baik berupa teks, gambar, video, audio bahkan kode.
Kemudian Gemini AI akan memberi tanggapan dengan variasi yang sama. Tak hanya teks, melainkan juga video hingga kode.
Hassabis mengungkapkan keunggulan dari Gemini AI ketimbang kompetitornya. Berikut beberapa keunggulan dari Gemini AI, antara lain:
1. AI Multimodel
Keunggulan yang paling ditekankan dari Gemini AI adalah fungsi bawaannya yang tak hanya dapat bekerja melalui teks saja, melainkan juga dapat menjalankan perintah berbasis teks, gambar, video, suara hingga kode.
Baca Juga: Jelang Laga Persib vs Persik, Bojan Hodak Waspadai Tim Lawan: Siap Amankan Tiga Poin
Itu artinya, dalam satu model AI, pengguna bisa mengajukan pertanyaan dari beragam variasi. Output yang diberikan pun juga tak sekadar teks saja seperti ChatGPT.
2. Punya Tiga Versi
Gemini AI akan hadir dalam tiga versi berdasarkan tingkat kecerdasannya memahami kode, antara lain:
Gemini Nano, yang dirancang untuk smartphone dan bisa sekarang sudah hadir di Google Pixel 8.
Fitur unggulan Gemini Nano misalnya dapat mencatat percakapan yang disimpan dalam aplikasi recorder WhatsApp. Bahkan bisa membantu pengguna membalas pesan yang masuk di WhatsApp via Gboard Google.
Gemini Pro yang merupakan versi lebih baik dibandingkan Gemini Nano yang dirancang untuk menggerakkan layanan AI Google nantinya. Sekarang kamu bisa memanfaatkannya di layanan Bard dan layanan Chatbot AI milik Google lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya
-
Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo
-
Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Pernah Heboh Dekat dengan Ammar Zoni, Zeda Salim Nangis Lepas Hijab demi Nafkahi Anak
-
BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah
-
PAD Agam Capai Rp57,24 Miliar hingga April 2026
-
Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi