- Tim 9 Kejaksaan Agung memeriksa pengusaha Tan Kian dan Ferry Boboho sebagai saksi di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Pemeriksaan di Gedung Kejagung tersebut bertujuan mendalami kasus dugaan korupsi PT Asabri, PT Jiwasraya, serta TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.
- Keterangan kedua saksi diyakini dapat mengonfirmasi dan memperkuat sangkaan pasal yang diterapkan penyidik terhadap para tersangka.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim 9 menjelaskan alasan pemanggilan terhadap dua pengusaha, Tan Kian dan Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry Boboho, sebagai saksi pada Kamis (30/7/2026).
Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) sekaligus Ketua Tim 9, Rudi Margono, menyebut pemeriksaan kedua saksi bertujuan mendalami dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah serta advokat Don Ritto.
“Kita konfirmasi terkait dugaan-dugaan yang terkait dengan penanganan Asabri atau Jiwasraya. Kemudian terkait dengan Ferry, penanganannya persis seperti terkait dengan tahanan,” kata Rudi di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Rudi meyakini keterangan kedua saksi yang diduga mengetahui rangkaian perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Febrie dapat memperkuat sangkaan pasal yang diterapkan penyidik.
“Untuk dikonfirmasi apakah memang terjadi dugaan kuat perkara Asabri atau Jiwasraya ini sesuai dengan sangkaan kita,” ungkapnya.
Sementara itu, isi keterangan Tan Kian dan Ferry Boboho belum dapat disampaikan kepada publik. Sebab, menurut Rudi, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan kedua saksi tersebut.
"Iya, nanti kalau ada perkembangan, kami sampaikan. Ya,” tuturnya.
Sebagai informasi, nama Tan Kian sempat mencuat setelah disebut oleh eks Jampidsus Febrie saat menjelaskan kasus dugaan korupsi PT Asabri yang menjadi salah satu perkara yang menjeratnya.
Sementara itu, Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry Boboho dikenal sebagai pebisnis yang sebelumnya bersama Don Ritto alias Idon mengelola Cafe de'Clan Signature.
Baca Juga: Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
Kafe tersebut menjadi salah satu lokasi yang digeledah penyidik Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa mata uang asing dari brankas tersembunyi di lantai dua.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung tengah mengusut empat surat perintah penyidikan (sprindik) lanjutan yang berasal dari pengalihan penanganan perkara oleh penyidik gabungan Polri. Keempat perkara tersebut meliputi dugaan korupsi batu bara yang diduga memicu blackout, dugaan korupsi di anak usaha PT Krakatau Steel, dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan dugaan korupsi PT Asabri.
Melalui sprindik terbaru, Kejaksaan Agung mengusut dugaan TPPU untuk mengungkap asal-usul temuan 74 kilogram emas dan valuta asing senilai Rp476 miliar yang disita dari Cafe de'Clan, Koin Money Changer, dan sebuah rumah di Sentul.
Dari empat sprindik tersebut, Febrie telah dijerat dalam kasus dugaan TPPU terkait temuan emas seberat 74 kilogram dan valuta asing senilai Rp476 miliar, serta kasus dugaan korupsi PT Asabri.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Febri Diansyah Sebut Penahanan Eks Jampidsus Tak Sah, Bakal Ajukan Praperadilan?
-
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon