Suara Denpasar - Dalam debat cawapres pada Jumat (22/12/2023), cawapres pendamping capres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka akan melibatkan peran anak muda dalam pembangunan jika terpilih nantinya.
Diungkapkan bahwa Gibran akan mengajak generasi muda, baik dari Milenial dan Gen Z yang melek dengan teknologi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Gibran cita-cita menuju Indonesia Emas membutuhkan generasi emas yang melek dengan teknologi digital yang tumbuh semakin pesat belakangan ini.
"Untuk menuju Indonesia emas, dibutuhkan generasi emas, kita harus mampu merubah future challenge menjadi future opportunity," kata Gibran dalam Debat Cawapres yang disiarkan di kanal YouTube KPU RI.
Selain itu Gibran juga berpendapat bahwa kemajuan bangsa Indonesia ke depannya berada di tangan generasi muda tersebut.
"Kita harus punya future talent, yang dilengkapi dengan future skill, untuk itu hilirisasi digital akan kami genjot," kata Gibran.
Jika ia dan Prabowo nanti terpilih, Gibran menjanjikan untuk menggandeng para Milenial dan Gen Z yang ahli dalam AI (kecerdasan buatan), bidang robotik, hingga crypto.
Terlebih, sebagaimana kita tahu, sekarang ini era AI sudah banyak masuk ke setiap segi kehidupan manusia.
"Kita akan siapkan anak-anak muda yang ahli artificial intelligence (AI), kita siapkan anak-anak muda yang ahli blockchain, anak-anak muda yang ahli robotic, anak-anak muda yang ahli perbankan syariah, anak-anak muda yang ahli crypto," lanjut Gibran.
Baca Juga: 3 Pemain Bali United Jalani Tugas Negara, Coach Teco Beri Pesan Khusus Ini
Langkah tersebut akan diambil oleh Gibran untuk mewujudkan hilirisasi digital yang akan menjadi salah satu pondasi bagi menyongsong Indonesia Emas di masa mendatang. (*/Didna)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026