News / Nasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Jet Tempur Rafale Terbang Rendah Jelang HUT RI ke-81. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Jet tempur Rafale tampil perdana di langit Jakarta dalam gladi kotor peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
  • Sebanyak 81 alutsista, termasuk F-16, Sukhoi, Airbus A400M, dan helikopter, turut ambil bagian dalam demo udara.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut latihan masih dievaluasi, terutama terkait koordinat manuver dan kesiapan lapangan upacara.

Suara.com - Sebanyak 81 alat utama sistem pertahanan (alutsista) bakal unjuk gigi dalam peringatan Kemerdekaan ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Ikut tampil perdana di langit Jakarta, ada pesawat temput Rafale.

Jet tempur buatan Dasault asal Prancis ikut terbang rendah hingga timbulkan suara gemuruh dalam gladi kotor Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, di langit Istana, siang ini.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa aksi udara oleh Rafale menjadi yang perdana. Selain Rafale, ikut terbang, pesawat tempur lain dari jenis F-16 Sukhoi 27/30, serta pesawat angkut Airbus A400M, dan sejumlah helikopter.

Ikut tampil dalam gladi kotor, Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI Angkatan Udara. Sejumlah pesawat melakukan manuver beragam, dari melakukan formasi terbang bersama sampai aksi putaran vertikal dan horizontal.

Jet Tempur Rafale Terbang Rendah Jelang HUT RI ke-81. (Suara.com/Novian)

"Baru saja juga kita saksikan termasuk latihan untuk demo udara ya, yang diikuti oleh kurang lebih 81 apa namanya, baik pesawat maupun helikopter yang kita miliki," kata Pras yang memantau gladi kotor di Istana Merdeka, Rabu (12/8/2026).

Pras menekankan penerbangan pesawat dengan aksi dan manuver bukan hal yang mudah.

"Jadi dalam kesempatan ini meskipun masih bersifat latihan kami juga ingin menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh personil TNI terutama para pilot kita, penerbang kita yang menerbangkan baik pesawat tempur, pesawat A400 maupun heli yang itu mempertaruhkan keselamatan tapi kita merasakan terbang dengan penuh kebanggaan gitu," tutur Pras.

Sembari memantau pelaksanaan gladi kotor, Pras mencatat sejumlah hal sebagai evaluasi.

"Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama terutama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan. Nah itu salah satu yang tadi juga langsung dikoreksi, langsung kita bahas koordinatnya," kata Pras.

Baca Juga: Jangan Tertukar! Ini 5 Perbedaan Istana Negara dan Istana Merdeka

Sementara untuk lapangan upacara yang menjadi tempat Paskibraka, Pras memberikan catatan terhadap tebal rumput. Menurutnya ketebalan rumput tersebut memengaruhi secara teknis karena berbeda dengan rumput di tempat Paskibraka latihan.

"Nah di Istana cukup tebal jadi butuh sedikit penyesuaian. Jadi tadi para pelatih minta izin untuk menambah porsi latihan dan tadi langsung kami sebagai penanggung jawab kami akan izinkan meskipun di luar jadwal yang awal untuk baik gladi parsial maupun gladi kotor teman-teman minta untuk ada diperkenankan untuk tambah jam latihan mandiri," kata Pras.

Load More