Suara Denpasar - Seorang pemuda pembuat arang di Ponorogo, Jawa Timur, bernama Rudi Susanto (30), berhasil membuat inovasi baru dalam penggunaan asap dari pembakaran kayu untuk menciptakan pestisida alami yang aman bagi tanaman.
Rudi mengatakan, ide untuk membuat pestisida asap cair ini muncul setelah ia melihat tutorial di YouTube. Ia kemudian mengembangkan tungku pembakaran yang dimodifikasi agar dapat memaksimalkan hasil pembakaran dan menghasilkan arang yang lebih kering daripada metode konvensional dengan cara dikubur.
Keunikan dari inovasi Rudi terletak pada proses di mana asap dari pembakaran kayu dikeluarkan melalui cerobong dan menghasilkan cairan. Cairan asap cair ini memiliki sifat pestisida alami yang dapat digunakan sebagai pestisida organik.
"Cairannya memiliki spectrum yang luas, bisa digunakan untuk mengendalikan banyak jenis hama dan penyakit pada tanaman," kata Rudi.
Rudi mengatakan, pestisida asap cair ini tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga lebih aman saat diaplikasikan ke lahan pertanian dibandingkan dengan pestisida kimia. Hal ini karena pestisida asap cair tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan.
"Selain itu, pestisida asap cair juga lebih ramah lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan alami," kata Rudi.
Untuk saat ini, Rudi memberikan pestisida asap cair buatannya secara gratis kepada petani. Ia mengatakan, untuk sekali pembakaran, ia dapat menghasilkan 10 liter pestisida asap cair.
"Ke depan, saya ingin terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat bagi pertanian," kata Rudi.
Inovasi Rudi ini mendapat apresiasi dari para petani. Mugianto, seorang petani di Desa Wotan, mengatakan bahwa pestisida asap cair buatan Rudi sangat efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Baca Juga: Rekomendasi Film yang Bisa Ditonton untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun, Wajib Masuk List
"Saya sudah menggunakan pestisida asap cair ini selama dua bulan terakhir dan hasilnya sangat bagus. Hama dan penyakit tanaman saya sudah berkurang," kata Mugianto.
Inovasi Rudi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para petani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi
-
Bosnia Kejutkan Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Gol Lukic Bungkam Tuan Rumah
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin
-
Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026