Bahkan tangan suaminya itulah satu-satunya yang bisa dipakai untuk berpegangan. Sehingga bisa dibayangkan bahaya yang mengancam jika korban sampai terlambat memegang tangan pelaku.
"Dibohonginnya begitu? Biar sembuh nggak diguna-guna gitu katanya?" tanya Deddy.
"Iya. Waktu itu, dia bilangnya Ibu yang jahat, Ibu yang mau nyakitin saya," balas Nur. "Terus waktu tahun baru saya dipindahin, itu saya dibawa ke sungai, sama aja saya disuruh nyelem (untuk dibersihkan)."
Namun beruntung ibu korban segera melapor ke polisi hingga berhasil menjemput kembali sang buah hati yang sudah berbulan-bulan dilarikan oleh pelaku. Kini kasus penipuan tersebut masih bergulir di ranah hukum.
"(Saya berharap) dihukum seadil-adilnya pelaku," tegas Nur, tersirat juga berharap keadilan serupa ikut dirasakan oleh keluarga pelaku yang kini bersikap seolah tak ada beban.
Perjalanan Singkat Kasus Penipuan oleh Erayani
Erayani mengadopsi identitas sebagai Ahnaf Arrafif dan berkenalan dengan korbannya lewat aplikasi kencan online. Hubungan tersebut lalu berlanjut sampai ia menikah siri dengan korban selama 10 bulan.
Kepada korban dan keluarganya, Erayani mengaku bekerja sebagai dokter dengan sederet gelar akademis, salah satunya lulusan sebuah universitas di New York, Amerika Serikat.
Namun lama-kelamaan keluarga korban mulai curiga apalagi karena Erayani tak kunjung menunjukkan identitas yang telah dijanjikan. Sampai akhirnya keluarga korban melaporkan dugaan penipuan tersebut ke kepolisian setempat.
Baca Juga: Ngeri Banget! Ini Tandanya Kulit Rusak Karena Gunakan Kosmetik Bermerkuri
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK