Depok.suara.com, Panggung Apung atau Sky Walk yang berada di Situ Rawa Kalong Kelurahan Curug Kecamatan Cimanggis Depok memang belum dibuka untuk umum sehingga masih ditutup.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Situ Rawa Kalong Nurdin mengatakan itu terkait ramainya pemberitaan jembatan apung yang disegel.
"Itu bukan disegel hanya saja belum dibuka, kami menunggu penyerahan dari pihak Propinsi Jawa Barat,"katanya.
Nurdin mengatakan panggung apung tersebut memang belum dibuka untuk umum. Sebab, saat ini tengah menunggu hibah dari pemerintah provinsi (pemprov) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait pengelolaan Situ Rawa Kalong.
"Ini kan kemarin waktu kunjungan Gubernur itu kan baru peresmian. Nah terus untuk hibahnya belum, masih dalam proses. Karena kan itu kan yang bangun Jawa Barat tuh seluruhnya. Makanya nanti akan ada proses administrasi hibah terkait sarana prasarana tersebut. Nanti setelah diserahkan ke Depok, dikelola oleh Depok, nanti baru tuh," katanya.
Nurdin juga khawatir panggung apung tersebut dibuka saat ini. Dia tak ingin fasilitas tersebut rusak saat belum ada proses hibah dari Pemprov Jabar ke Pemkot Depok.
"Karena kalau dibuka sekarang, nanti belum dihibahin, udah pada rusak," katanya.
Nurdin menyebut telah banyak warga yang datang ingin mengakses panggung apung tersebut.
Dia sudah menjelaskan kepada warga soal belum dibukanya panggung apung tersebut.
Baca Juga: Parkir Berlangganan di Sumedang Disebut Belum Optimal meski Retribusi Capai Rp1 Milyar
"Wah malah tambah banyak, terus mau masuk area itu dikunci gitu kan. Ya kayak gini, saya banyak ngejelasin juga itu danau masih tahap pengamanan karena asetnya belum diserahterimakan," katanya.
Lurah Curug Herdandy mengatakan fasilitas lain di Situ Rawa Kalong tetap bisa diakses selain panggung apung.
"nantinya akan ada penjagaan di kawasan Situ Rawa Kalong, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk terjadi di kawasan itu," katanya.
Berita Terkait
-
Baru Diresmikan, Pintu Masuk Sky Walk Rawa Kalong Ditutup Tanpa Pemberitahuan
-
Jalan Gatot Subroto Lumpuh Total Gegara Jalur Transjakarta Ditutup Paksa Buruh: Teman Kami Sudah Ada yang Pingsan!
-
Panggung Apung Situ Rawa Kalong yang Baru Diresmikan Ridwan Kamil Digembok, Publik: Depok Mah Emang Beda
-
Diresmikan Ridwan Kamil, Viral Ikon Situ Rawa Kalong Ditutup, Publik: Dibuat Doang Tapi Tidak Bisa Dinikmati
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink